PORTALBENGKULU.ID - Persib Bandung sukses mengunci gelar juara BRI Super League musim 2025/2026 setelah menumbangkan Persijap Jepara di Stadion GBLA pada Sabtu (23/5/2026). Keberhasilan ini mengantarkan skuat berjuluk Pangeran Biru tersebut mencetak sejarah baru dengan meraih tiga gelar juara liga secara berturut-turut.

Prestasi gemilang ini langsung memicu euforia luar biasa dari para pendukung setia mereka di Kota Bandung. Ribuan warga dan Bobotoh berbondong-bondong turun ke jalan untuk merayakan pencapaian bersejarah ini pada Minggu (24/5/2026) pagi WIB.

Sebagaimana dilansir dari Bola, massa yang sangat padat terlihat memenuhi sepanjang rute pawai kemenangan tim Maung Bandung. Konvoi meriah tersebut memulai perjalanannya dari halaman Gedung Sate dan dijadwalkan berakhir di kawasan bersejarah Gedung Merdeka.

Dalam iring-iringan tersebut, tampak dua pemain andalan Persib Bandung, Saddil Ramdani dan Adam Alis, menyapa para pendukung dari atas mobil parade. Antusiasme masyarakat yang luar biasa membuat suasana di sepanjang jalur utama Kota Kembang menjadi sangat semarak.

"Menurut saya karena tahun ini Persib hattrick juara, jadi situasinya seperti ini sekarang, padat," kata seorang Bobotoh bernama Hafiz kepada Bola.com. Ia menilai antusiasme kali ini jauh lebih besar dibanding musim-musim sebelumnya karena status juara bertahan tiga kali berturut-turut.

Selain karena faktor sejarah hattrick juara, perubahan rute pawai tahun ini juga menjadi penyebab menumpuknya massa di titik akhir. Berbeda dari perayaan musim lalu yang bergerak dari Balaikota menuju Gedung Sate, rute kali ini justru dialihkan menuju Gedung Merdeka.

"Iya perbandingan ukuran jalan di sekitaran Gedung Merdeka dan Gedung Sate jauh sekali," ujar Hafiz yang membandingkan kondisi infrastruktur jalan di kedua lokasi tersebut.

Akibat sempitnya jalan dan membeludaknya jumlah massa, pergerakan bus yang membawa rombongan pemain Persib sempat mengalami hambatan. Kendaraan utama konvoi dilaporkan harus terhenti beberapa kali di sejumlah persimpangan jalan utama kota.

Aparat keamanan yang bersiaga di lokasi harus bekerja ekstra keras untuk menertibkan kerumunan demi membuka jalan bagi rombongan tim. Petugas terus memberikan imbauan secara persuasif agar para suporter memberikan ruang bagi laju kendaraan pemain dengan aman.