PORTALBENGKULU.ID - Pada hari Selasa, 09 Juni 2026, terpantau adanya tren penurunan pada harga mayoritas komoditas pangan penting di pasar tradisional Indonesia. Penurunan ini mencakup berbagai bahan pokok mulai dari berbagai jenis beras, minyak goreng, gula, telur ayam ras segar, daging sapi, hingga cabai dan bawang putih.

Penurunan harga ini terekam berdasarkan data terbaru yang dihimpun oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Data tersebut dikumpulkan pada pagi hari, sekitar pukul 08.50 waktu Indonesia bagian barat (WIB), memberikan gambaran kondisi pasar terkini.

Salah satu komoditas yang mengalami koreksi harga adalah beras, di mana harga rerata untuk kualitas bawah I turun tipis sebesar 0,68%, setara dengan penurunan Rp100 per kilogram, menjadi Rp14.500 per kg.

Lebih lanjut, beras kualitas bawah II menunjukkan penurunan yang lebih substansial, terkoreksi sebesar 6,57% atau senilai Rp950, sehingga kini diperdagangkan pada harga Rp13.500 per kg.

Tren penurunan harga juga terlihat pada beras kualitas medium, di mana medium I turun 5,56% (Rp900) menjadi Rp15.300 per kilogram, sementara medium II mengalami penurunan sebesar 8,41% menjadi Rp14.700 per kg.

Sektor beras premium juga merasakan dampak penurunan harga, dengan beras kualitas super I turun 8,31% menjadi Rp16.000 per kilogram, dan super II turun 8,55% menjadi Rp15.500 per kg.

Selain beras, harga minyak goreng juga menunjukkan tren positif bagi konsumen. Minyak goreng curah di pasar tradisional tercatat turun tipis 0,73% atau Rp150, menetap di harga Rp20.500 per kilogram.

Sementara itu, minyak goreng kemasan bermerek 1 juga terpantau mengalami penurunan harga sekitar 8,52%, sehingga harganya kini berada di level Rp22.000 per kg.

Dilansir dari Bloomberg Technoz, kondisi harga pangan di pasar tradisional pada hari tersebut menunjukkan mayoritas komoditas mengalami pelonggaran harga.