PORTALBENGKULU.ID - Malam yang tenang di Desa Cijayanti, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seketika berubah mencekam pada Minggu (24/5/2026). Hujan deras yang mengguyur tanpa henti selama berjam-jam membuat debit air Kali Cijayanti melonjak drastis hingga meluap ke pemukiman warga.

Perlahan tapi pasti, air mulai memasuki pekarangan dan merendam ratusan rumah warga yang berada di sekitar bantaran sungai. Dilansir dari Detikcom, musibah banjir ini berdampak langsung pada kehidupan 456 jiwa yang mendiami kawasan tersebut.

Kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang cukup mengkhawatirkan karena kedalaman air yang bervariasi di setiap titik. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat ketinggian air di area terdampak berkisar antara 70 hingga 150 sentimeter.

"Hujan deras yang mengguyur dalam waktu lama memicu luapan Kali Cijayanti hingga merendam pemukiman warga dengan ketinggian air bervariasi antara 70 sentimeter hingga 1,5 meter," kata Jalaludin.

Laporan mengenai datangnya banjir bandang ini pertama kali diterima oleh petugas BPBD sekitar pukul 18.00 WIB. Meski genangan air dengan cepat meluas hingga menggenangi wilayah di 9 RT, beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

"Berdasarkan data sementara, ada 138 rumah yang terendam banjir, berimbas pada 138 kepala keluarga atau setara dengan 456 jiwa," ujar Jalaludin.

Di tengah kepungan air, sebuah kisah pilu datang dari salah satu warga bernama Ibu Enjuh yang tinggal di RT 03/01. Rumah tinggalnya yang memang sudah masuk dalam daftar program rumah tidak layak huni (rutilahu) dilaporkan ambruk total akibat terjangan air.

"Satu rumah milik Ibu Enjuh di RT 03/01 Desa Cijayanti mengalami kerusakan berat hingga ambruk total, sehingga kini korban harus mengungsi ke rumah kerabatnya yang berada di lingkungan yang sama," kata Jalaludin.

Merespons situasi darurat tersebut, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan segera bergerak ke lokasi kejadian. Petugas langsung mengerahkan mesin pompa air untuk menyedot genangan yang masih merendam rumah-rumah warga.