PORTALBENGKULU.ID - PT Bank OCBC NISP Tbk menunjukkan komitmen kuat untuk melindungi nasabah dari dampak volatilitas nilai tukar mata uang asing (valas) yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, dilansir dari Money.

Direktur OCBC NISP, Johannes Husin, menekankan bahwa prioritas utama bank saat ini adalah pengelolaan risiko yang cermat untuk memastikan stabilitas keuangan nasabah yang memiliki eksposur mata uang asing.

"Buat kami jelas, tugas utama adalah memastikan posisi nasabah kita aman semuanya karena nasabah juga punya eksposur," ujar Johannes dalam paparan publik tahunan yang diadakan di Tower OCBC, Jakarta, pada Kamis (9/4/2026).

Fluktuasi kurs yang tinggi tidak hanya menjadi tantangan bagi sektor perbankan, tetapi juga langsung memengaruhi nasabah yang terlibat dalam transaksi valas. Oleh karena itu, bank secara proaktif membantu nasabah dalam memitigasi risiko yang timbul dari gejolak pasar tersebut.

Johannes Husin menilai bahwa kondisi pasar yang berfluktuasi dapat membuka peluang diversifikasi portofolio bagi nasabah, namun kesempatan ini harus diimbangi dengan manajemen risiko yang memadai dan langkah yang terukur.

Secara internal, OCBC NISP mengandalkan kerangka kerja manajemen risiko yang telah teruji, termasuk penerapan limit eksposur dan pelaksanaan uji stres secara berkala untuk merespons dinamika pasar terkini.

Aktivitas bisnis perseroan tetap dijalankan mengikuti kebijakan ketat dari manajemen dan regulator, memastikan bahwa seluruh operasional tetap terkendali meski berada di bawah tekanan eksternal yang meningkat.

Johannes menambahkan bahwa situasi volatilitas ini sebagian besar dipicu oleh faktor eksternal, seperti konflik yang melibatkan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS), bukan berasal dari isu domestik Indonesia.

"Kita juga bekerja sama dengan pihak regulator untuk memastikan bahwa aktivitas kita itu terkendali dengan baik dalam koridor yang sudah diberikan," tuturnya lebih lanjut.