PORTALBENGKULU.ID - Air conditioner (AC) kini telah menjadi kebutuhan esensial dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di negara dengan iklim tropis seperti Indonesia.

Penggunaan perangkat pendingin udara ini hampir tanpa henti, baik di lingkungan rumah, kantor, maupun di dalam kendaraan pribadi.

Kebiasaan berada di bawah paparan udara dingin secara terus-menerus ini membuat banyak individu terbiasa terpapar suhu rendah selama berjam-jam lamanya.

Namun, kebiasaan duduk atau bahkan tidur tepat di bawah arah semburan AC ternyata menyimpan potensi risiko bagi kesehatan tubuh.

Risiko gangguan kesehatan ini akan semakin meningkat apabila udara dingin tersebut terus-menerus mengenai area sensitif tubuh tertentu dalam durasi yang lama. Area yang rentan meliputi wajah, leher, bahu, hingga bagian punggung.

Salah satu gangguan kesehatan yang sering dikaitkan dengan paparan udara dingin AC secara langsung dan berkepanjangan adalah Bell's Palsy.

Bell's Palsy didefinisikan sebagai suatu kondisi gangguan saraf yang dapat menyebabkan kelemahan atau bahkan kelumpuhan sementara pada salah satu sisi wajah seseorang.

Kondisi ini memperlihatkan gejala yang cukup khas, seperti kesulitan untuk menutup mata, kondisi mulut yang terlihat mencong, serta gangguan dalam kejelasan bicara.

Selain itu, penderita Bell's Palsy juga dapat mengalami gangguan pada fungsi indera pengecap yang mereka miliki.