PORTALBENGKULU.ID - Aksi nekat seorang pengendara sepeda motor yang memasuki jalur bebas hambatan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, sebuah motor yang membawa tiga penumpang tertangkap kamera melaju melawan arah di Ruas Jalan Tol Batang-Semarang, Jawa Tengah.
Insiden membahayakan yang melibatkan dua orang dewasa dan satu anak kecil tersebut terkonfirmasi terjadi pada Jumat, 15 Mei 2026. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu berlangsung sekitar pukul 12.14 WIB, dilansir dari Detikcom.
Pihak pengelola jalan tol segera memberikan respons cepat terkait adanya kendaraan roda dua yang menerobos jalur steril tersebut. Langkah pengamanan dilakukan guna mencegah terjadinya kecelakaan fatal yang melibatkan pengguna jalan tol lainnya.
"PT Jasamarga Semarang Batang menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul sehubungan dengan adanya kendaraan roda dua yang memasuki Ruas Jalan Tol Batang Semarang melalui Gerbang Tol Kandeman," ujar Nasrullah, Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang.
Pengendara motor tersebut diketahui masuk melalui pintu Gerbang Tol Kandeman di Kabupaten Batang. Meski petugas yang berjaga sudah berusaha meneriaki dan menghentikan laju kendaraan, pengendara tetap melaju masuk ke dalam tol.
Menyikapi situasi tersebut, informasi segera diteruskan kepada petugas Mobile Customer Service (MCS) dan personel keamanan. Tim Sentra Komunikasi (Senkom) juga ikut berkoordinasi untuk melakukan penanganan lanjutan di lapangan.
Setelah dilakukan pengejaran, pengendara beserta kendaraannya akhirnya berhasil diamankan oleh petugas. Mereka kemudian dibawa ke Kantor Gerbang Tol Kandeman pada pukul 12.31 WIB untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Berdasarkan penjelasan pengendara, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya telah memasuki ruas tol dan tidak mendengar teguran dari petugas maupun pengguna jalan," kata Nasrullah.
Sebelumnya, rekaman video amatir mengenai kejadian di KM 350 Tol Batang ini sempat viral setelah diunggah oleh akun Instagram @lokal.batang. Video tersebut memperlihatkan betapa berisikonya posisi motor di tengah arus kendaraan roda empat yang melaju kencang.