PORTALBENGKULU.ID - Maskapai penerbangan Indonesia AirAsia mengumumkan adanya penyesuaian signifikan pada jadwal penerbangan mereka, mencakup rute domestik maupun internasional dalam beberapa hari terakhir. Penyesuaian operasional ini merupakan langkah strategis yang diambil sebagai dampak langsung dari kebijakan pemerintah mengenai lonjakan harga bahan bakar pesawat (avtur).
Keputusan ini diambil setelah pemerintah menerbitkan kebijakan baru pada Senin (6/4/2026), yang secara spesifik mengatur peningkatan tarif fuel surcharge penerbangan. Kebijakan tersebut menaikkan komponen fuel surcharge menjadi 38 persen untuk semua jenis pesawat.
Sebelumnya, tarif fuel surcharge terbagi berdasarkan jenis pesawat, yakni 10 persen untuk pesawat jet dan 25 persen untuk pesawat propeller, dilansir dari Money. Peningkatan drastis ini memberikan tekanan biaya yang belum sepenuhnya teratasi oleh maskapai.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Indonesia AirAsia, Capt. Achmad Sadikin, menjelaskan bahwa penyesuaian jadwal ini diperlukan untuk menjaga keberlangsungan operasional maskapai di tengah tantangan biaya yang terus meningkat. Industri penerbangan menghadapi tekanan biaya signifikan dari kenaikan avtur dan komponen operasional lainnya.
Menurut Capt. Achmad, meskipun fuel surcharge dinaikkan hingga 38 persen, angka tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menutupi total lonjakan biaya yang telah terjadi pada operasional perusahaan. Oleh karena itu, rasionalisasi kapasitas menjadi langkah yang harus dilakukan secara bertahap.
"Keputusan ini diambil untuk menjaga keberlangsungan operasional maskapai," jelas Capt. Achmad Sadikin, mengenai alasan di balik penyesuaian jadwal dan rasionalisasi kapasitas yang dilakukan.
Rasionalisasi kapasitas dan penyesuaian operasional akan difokuskan pada rute-rute tertentu yang memiliki margin keuntungan terbatas, demi menjaga stabilitas layanan secara keseluruhan. Maskapai berupaya meminimalisir dampak negatif terhadap layanan yang diberikan kepada pelanggan.
"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan penumpang dan menyampaikan permohonan maaf atas situasi ini. Kami berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan setiap penumpang tetap mendapatkan opsi penanganan yang sesuai," kata Capt. Sadikin, menyampaikan permohonan maaf kepada penumpang yang terdampak.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Indonesia AirAsia segera mengimplementasikan kebijakan Service Recovery Options (SRO) bagi penumpang yang jadwal penerbangannya terpengaruh oleh perubahan ini. Opsi yang ditawarkan meliputi perubahan jadwal gratis dalam 30 hari ke depan.