PORTALBENGKULU.ID - Borneo FC Samarinda masih memelihara asa untuk merebut trofi juara BRI Super League 2025/2026 pada pekan terakhir kompetisi. Keyakinan ini diusung kuat oleh penyerang sayap andalan mereka, Mariano Peralta, menjelang laga penentu musim ini.

Saat ini, tim berjuluk Pesut Etam tersebut bertengger di peringkat kedua klasemen sementara dengan selisih dua poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung. Kendati peluang yang dimiliki terbilang tipis, seluruh elemen tim dilaporkan tetap menjaga optimisme tinggi hingga laga usai.

"Tentu saja, target saya sama dengan seluruh anggota tim lainnya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Fabio Lefundes, kami masih berada di jalur persaingan dan peluang itu tetap ada," ujar Mariano Peralta.

Pada pertandingan pamungkas, Borneo FC dijadwalkan menjamu Malut United di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, pada Sabtu sore (23/5/2026). Laga ini menjadi partai hidup-mati yang wajib dimenangkan oleh skuad asuhan Fabio Lefundes tersebut.

"Langkah pertama adalah kami harus menuntaskan tugas kami dengan meraih kemenangan di kandang sendiri, sembari berharap hasil pertandingan lain berjalan sesuai dengan harapan kami," kata Mariano Peralta.

Selain mengamankan tiga poin penuh di kandang, Pesut Etam juga harus menggantungkan nasib pada laga lainnya. Mereka berharap Persib Bandung terpeleset dan menelan kekalahan saat menghadapi Persijap Jepara yang bertanding pada waktu bersamaan.

Perjuangan Borneo FC musim ini tidak lepas dari kontribusi luar biasa Mariano Peralta di lini serang. Pemain berkebangsaan Argentina tersebut tampil sangat produktif dan menjadi pilar penting bagi ketajaman tim sepanjang musim.

Hingga pekan ke-33 kompetisi, winger lincah ini tercatat telah menyumbangkan 18 gol dan memberikan 13 assist untuk Pesut Etam, dilansir dari Bola. Catatan impresif tersebut menempatkannya sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di liga musim ini.

Tidak hanya tajam dalam mencetak gol, ia juga membukukan 72 kali kreasi peluang serta melakukan 57 dribel sukses. Kontribusi bertahannya yang disiplin di lapangan juga mendapat apresiasi tinggi karena membantu menjaga keseimbangan permainan tim.