PORTALBENGKULU.ID - Torino menunjukkan semangat juang tinggi saat menjamu Inter Milan dalam lanjutan pekan ke-34 Serie A pada Minggu, 26 April 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit tersebut berakhir dengan skor imbang 2-2 setelah tim tuan rumah sempat tertinggal dua gol pada babak pertama.
Perubahan taktik yang diterapkan pada paruh kedua menjadi faktor penentu keberhasilan Torino dalam mengamankan satu poin penting di kandang sendiri. Dilansir dari OneFootball, strategi baru tersebut mampu mengubah alur pertandingan dan memberikan tekanan balik kepada barisan pertahanan lawan.
Lini pertahanan Torino awalnya sempat goyah dengan rapor merah untuk Coco yang dinilai melakukan banyak kesalahan dalam distribusi bola. Penjaga gawang Paleari juga sempat dianggap bertanggung jawab atas gol pertama Inter, meski ia kemudian menebusnya dengan dua penyelamatan krusial.
Drama di Turin: Cristian Chivu Pasang Badan Usai Inter Milan Gagal Segel Gelar Juara Lebih Awal
Di tengah tekanan tim tamu, Ismajli muncul sebagai pilar kokoh di jantung pertahanan Granata untuk meredam serangan balik Inter Milan. Ia berhasil mematahkan berbagai upaya tim asuhan Simone Inzaghi yang berusaha kembali unggul pada menit-menit akhir pertandingan.
Lini tengah Torino memberikan kontribusi signifikan melalui umpan matang dari Ilkhan yang mengawali proses gol pembuka harapan bagi tim tuan rumah. Assist tersebut menjadi titik balik yang membangkitkan kepercayaan diri para pemain Torino untuk mengejar ketertinggalan.
Giovanni Simeone tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol ke-10 musim ini melalui aksi individu yang berhasil melewati barisan pertahanan Inter. "Simeone menjadi pemain dengan rating tertinggi mencapai 7,5 berkat kontribusi gol dan pengaruh besarnya di lapangan," ujar OneFootball.
Dominasi Torino di babak kedua semakin lengkap setelah Nikola Vlasic sukses mengeksekusi penalti dengan sangat tenang untuk menyamakan kedudukan. Vlasic dinilai telah kembali ke performa terbaiknya dan sangat aktif memberikan suplai bola yang mematikan bagi rekan-rekan setimnya.
Pelatih Torino, Roberto D'Aversa, mendapatkan apresiasi tinggi karena dinilai sukses melakukan pergantian pemain yang tepat untuk mengubah dinamika laga. Masuknya pemain muda seperti Njie memberikan energi segar yang hampir saja membalikkan keadaan sepenuhnya bagi tuan rumah.
Namun, tidak semua pemain mendapatkan pujian, karena beberapa nama dinilai tampil di bawah standar pada pertandingan penting tersebut. "Adams dan Gineitis mendapatkan penilaian terendah setelah gagal memberikan dampak positif sebelum akhirnya digantikan," kata OneFootball.