PORTALBENGKULU.ID - Wilayah Jawa Barat tengah menjadi pusat perhatian publik akibat rentetan peristiwa yang mencakup aspek keamanan, moralitas, hingga persoalan birokrasi yang mendesak. Berbagai kejadian mulai dari aksi penganiayaan di Garut hingga polemik anggaran pendidikan di Bandung mewarnai dinamika sosial masyarakat sepanjang pekan ini, dilansir dari Detikcom.

Di Kabupaten Garut, sebuah tindakan kekerasan yang memprihatinkan menimpa seorang pemuda bernama Ahmad di Desa Mekarsari pada Selasa (21/4/2026). Korban diculik dan mengalami penyiksaan fisik yang sangat tidak manusiawi oleh empat orang pelaku yang kini telah diamankan kepolisian.

"Korban kemudian diculik, dan dibawa ke rumah tersangka DN," ucap Kapolsek Cikajang AKP Patri Arsono.

Motif di balik aksi ini diduga kuat adalah kecemburuan asmara karena tersangka DN tidak terima mantan istrinya menjalin hubungan dengan korban. Ahmad tidak hanya dipukuli, tetapi juga dipaksa mengonsumsi kotoran ayam dan disiram oli bekas sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri.

"Korban juga mengalami perlakuan yang tidak manusiawi. Disiram cairan kotor, kemudian dipaksa memakan sesuatu yang tidak manusiawi (makan kotoran ayam)," kata Patri Arsono.

Pihak kepolisian menegaskan akan memproses kasus ini dengan pasal berlapis guna memberikan efek jera kepada para tersangka. Tindakan tersebut dinilai telah melanggar rasa kemanusiaan dan hukum yang berlaku di Indonesia.

"Motifnya asmara. Jadi tersangka DN tidak terima karena mantan istrinya kini sudah memiliki pria idaman lain," tutur Patri Arsono.

"Ancaman hukumannya bisa sampai 12 tahun penjara," pungkas Patri Arsono.

Beralih ke Kota Cirebon, integritas lembaga legislatif tengah diuji dengan adanya laporan dugaan perselingkuhan yang menyeret oknum anggota DPRD berinisial HSG. Kasus ini telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian dan Badan Kehormatan (BK) DPRD oleh pihak suami dari wanita yang terlibat.