PORTALBENGKULU.ID - Pemerintah Indonesia terus mematangkan kesiapan akomodasi bagi jemaah lanjut usia, disabilitas, dan perempuan untuk musim haji 2026 di Arab Saudi. Langkah ini diambil guna memastikan seluruh jemaah mendapatkan kemudahan akses selama berada di tanah suci.

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Sektor 2 Daerah Kerja Makkah telah mengintegrasikan fasilitas fisik dengan sistem mitigasi khusus. Upaya ini, dilansir dari Cahaya, bertujuan agar jemaah berisiko tinggi dapat beribadah secara mandiri dan aman.

Fokus utama modifikasi akomodasi terletak pada pembenahan interior kamar dan toilet yang disesuaikan dengan kebutuhan fisik lansia. Pemasangan instalasi penopang menjadi prioritas untuk menjaga stabilitas gerak jemaah saat beraktivitas di dalam pemondokan.

"Fasilitas handling ini bisa dibuka-tutup dan disesuaikan naik-turunnya. Keberadaan pegangan ini sangat krusial untuk membantu lansia agar bisa beraktivitas," ujar Mohammad Anang Firdaus selaku Koordinator Layanan Lansia dan Disabilitas (Landis) Sektor 2 Daker Makkah.

Selain pemasangan pegangan besi, mobilitas jemaah juga didukung dengan penyediaan minimal 10 unit kursi roda di setiap hotel. Pihak sektor juga membangun fasilitas bidang miring atau ramp mulai dari area parkir bus hingga pintu masuk utama hotel.

Pendampingan bagi jemaah tidak hanya mengandalkan kesiagaan petugas, tetapi juga melibatkan partisipasi jemaah mandiri yang sehat. PPIH aktif mengedukasi jemaah agar memiliki kepedulian sosial untuk membantu sesama yang mengalami hambatan mobilitas.

Pengawasan di lapangan diperkuat melalui program visitasi hotel secara berkala oleh Tim Landis Sektor 2. Langkah ini dilakukan untuk menjamin terpenuhinya empat pilar utama jemaah, yaitu aspek biologis, psikologis, sosiologis, serta religi.

Dari sisi logistik, pasokan nutrisi harian disesuaikan dengan rekam medis dan kondisi fisik masing-masing individu. Petugas menyediakan konsumsi khusus berupa bubur bagi jemaah yang sudah tidak mampu mengunyah makanan bertekstur keras.

Kebutuhan sanitasi juga menjadi perhatian dengan pembagian popok dewasa, alas tidur underpad, hingga tisu basah secara rutin. Selain itu, petugas memberikan motivasi mental guna menekan risiko stres akibat jauh dari lingkungan keluarga di tanah air.