PORTALBENGKULU.ID - Internal Real Madrid tengah memanas setelah Dani Ceballos dikabarkan memutus total komunikasi dengan sang pelatih, Alvaro Arbeloa. Situasi ini dipicu oleh perselisihan tajam yang terjadi di pusat latihan Valdebebas pada Kamis, 30 April 2026 lalu.
Konflik tersebut berdampak serius bagi kelanjutan karier sang gelandang di sisa musim ini. Pihak manajemen klub dilaporkan mengambil langkah tegas dengan mencoret nama Ceballos dari daftar skuad utama untuk seluruh pertandingan yang tersisa.
Perseteruan ini bermula saat Ceballos mendatangi ruang kerja Arbeloa untuk melayangkan protes terkait minimnya kesempatan bermain. Dilansir dari Marca, pemain berusia 29 tahun itu merasa sangat kecewa karena tidak dilibatkan dalam laga krusial melawan Bayern Munich dan Real Betis.
"Saya telah meminta kepada pelatih agar kami tidak lagi menjalin hubungan," ujar Dani Ceballos saat berbicara kepada rekan-rekan setimnya di ruang ganti.
Pernyataan tegas tersebut dimaksudkan untuk menginformasikan bahwa dirinya tidak ingin lagi menjalin interaksi, baik secara personal maupun profesional, dengan Arbeloa. Dilansir dari beIN Sports, sang pemain merasa posisinya di tim sudah tidak memiliki kepastian meskipun masih terikat kontrak hingga 2027.
"Saya sudah meminta kepada pelatih untuk tidak memiliki hubungan apa pun," kata Dani Ceballos guna menegaskan kembali keputusan untuk menarik diri dari rutinitas tim utama sebagaimana dikutip dari ucvradio.pe.
Manajemen Real Madrid sendiri memilih untuk memberikan dukungan penuh kepada keputusan yang diambil oleh Arbeloa. Pihak klub bahkan mencurigai bahwa pemain asal Sevilla tersebut sengaja memicu konflik demi memuluskan langkah kepindahannya pada bursa transfer mendatang.
Sepanjang musim 2025/2026, kontribusi Ceballos memang terlihat menurun drastis dengan hanya mencatatkan 22 penampilan di semua kompetisi. Ia tercatat hanya tujuh kali turun sebagai starter, angka yang sangat rendah dibandingkan saat ia menjadi pemain rotasi andalan di bawah asuhan Carlo Ancelotti.
Kondisi internal yang tidak harmonis ini memperberat langkah Real Madrid yang terancam mengakhiri musim tanpa raihan gelar juara. Arbeloa, yang menggantikan posisi Xabi Alonso sejak Januari, kini menghadapi tekanan besar mengenai masa depannya di kursi kepelatihan El Real.