PORTALBENGKULU.ID - Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan mendadak dengan jajaran menteri bidang ekonomi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. Agenda internal ini berlangsung pada Senin (18/5/2026) sore hari di tengah upaya pemerintah menjaga stabilitas fiskal dan mencari solusi praktis atas tantangan global.
Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, para pejabat tinggi negara tersebut mulai memasuki kawasan Istana sekitar pukul 15.30 WIB. Kehadiran mereka secara serentak menarik perhatian publik terkait langkah koordinasi yang akan diambil oleh kepala negara.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto terpantau menjadi salah satu pejabat yang tiba paling awal di lokasi pertemuan. Kehadiran Airlangga menandakan pentingnya sinkronisasi kebijakan antar kementerian dalam merespons dinamika ekonomi terkini.
"Mari kita lihat saja nanti bagaimana hasil pembahasannya," kata Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan singkat kepada awak media mengenai agenda rapat tersebut.
Tak berselang lama, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga tampak memasuki gerbang Istana Kepresidenan untuk memenuhi panggilan Presiden. Ia hadir dengan membawa sejumlah agenda yang kemungkinan besar berkaitan dengan penguatan kondisi keuangan negara.
"Saya belum mengetahui agenda pastinya karena hanya memenuhi undangan, setelah rapat selesai baru kita akan berbicara lebih lanjut," ujar Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui sebelum memasuki ruang pertemuan.
Selain kedua menteri utama tersebut, sejumlah pembantu presiden lainnya juga terlihat hadir secara bergantian di Kompleks Istana. Hal ini menunjukkan adanya pembahasan yang komprehensif mengenai kebijakan ekonomi makro maupun mikro sebagai solusi pertumbuhan.
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut bergabung dalam barisan pejabat yang dipanggil oleh Presiden. Fokus pada sektor investasi dan energi menjadi indikasi kuat mengenai arah kebijakan hilirisasi yang tengah diakselerasi pemerintah.
Kehadiran Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, melengkapi jajaran otoritas moneter yang hadir dalam pertemuan tertutup tersebut. Sinergi antara kebijakan fiskal dari pemerintah dan kebijakan moneter dari bank sentral dipandang sebagai solusi kunci dalam menghadapi ketidakpastian pasar.