PORTALBENGKULU.ID - Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan arahan khusus kepada seluruh Ketua Tim Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Madura. Instruksi ini berkaitan dengan upaya memastikan ketepatan sasaran dalam proses penjangkauan calon siswa untuk program Sekolah Rakyat.

Arahan tersebut disampaikan secara daring dari Kantor Kementerian Sosial pada Kamis (30/4/2026) sebagai langkah preventif guna menghindari kesalahpahaman di wilayah basis pesantren. Program ini bertujuan agar langkah pemerintah tetap selaras dengan amanat konstitusi dalam memelihara fakir miskin dan anak terlantar, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Utamakan anak-anak terlantar, anak-anak yang masuk dalam kategori miskin ekstrem," tegas Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul dalam keterangannya.

Menteri Sosial memberikan peringatan keras kepada para petugas lapangan agar tidak melakukan kesalahan dalam menjaring peserta didik. Hal ini mencakup larangan untuk mengambil anak-anak yang statusnya sudah terdaftar di lembaga pendidikan formal lain atau institusi keagamaan.

"Jangan sekali-sekali mengambil siswa yang sudah sekolah di tempat lain atau sedang berada di pesantren," ujar beliau menekankan poin tersebut.

Proses penjangkauan diwajibkan berbasis pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang divalidasi melalui verifikasi lapangan secara langsung. Gus Ipul menggarisbawahi bahwa skema yang dijalankan adalah sistem jemput bola berdasarkan data, bukan melalui pendaftaran mandiri oleh masyarakat.

"Tidak ada pendaftaran Sekolah Rakyat, yang ada adalah penjangkauan. Datanya ada, faktanya sesuai, itu yang kita pegang," kata Gus Ipul menjelaskan prosedur teknisnya.

Mengenai etika kerja, Mensos menekankan pentingnya profesionalisme serta kejujuran tanpa adanya praktik manipulasi data atau titipan pihak tertentu. Mengingat karakteristik wilayah Madura, ia meminta pendamping PKH untuk proaktif menjalin komunikasi yang baik dengan para pemangku kepentingan, termasuk ulama dan kiai setempat.

"Madura ini gudangnya pesantren, banyak ulama, banyak kiai yang harus kita hormati. Maka komunikasi harus dijaga dengan baik," pesan Gus Ipul kepada para pendamping.