PORTALBENGKULU.ID - Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi merilis data terbaru mengenai Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) di seluruh provinsi Indonesia pada 26 Februari 2026. Berdasarkan laporan tersebut, masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatatkan prestasi membanggakan dengan menempati posisi tertinggi secara nasional.

Indikator TGM ini digunakan untuk memetakan kualitas literasi di setiap wilayah melalui metode survei yang komprehensif. Pengukuran ini mencakup berbagai dimensi utama guna melihat perilaku masyarakat dalam menyerap pengetahuan dari beragam jenis media yang tersedia.

"Tingkat kegemaran membaca atau TGM menjadi parameter krusial untuk mengukur kebiasaan serta perilaku masyarakat dalam menyerap informasi melalui berbagai jenis media," dilansir dari Detikcom.

Dalam sistem penilaiannya, BPS membagi hasil pengukuran ke dalam lima kategori klasifikasi yang sangat terukur. Rentang skor 0 hingga 20 dianggap sangat rendah, sementara kategori sangat tinggi direpresentasikan oleh skor di atas 80,01 hingga mencapai angka 100.

Secara nasional, angka rata-rata kegemaran membaca masyarakat Indonesia saat ini berada pada angka 54,80%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas literasi Indonesia secara umum masih berada dalam klasifikasi kategori sedang.

"Perolehan angka indeks yang semakin tinggi mencerminkan seberapa kuat kebiasaan masyarakat setempat dalam mengumpulkan informasi dan pengetahuan," dilansir dari Detikcom.

Seluruh data yang dipublikasikan oleh BPS ini dihimpun dari berbagai dokumen resmi yang kredibel. Beberapa di antaranya meliputi dokumen Perpustakaan Nasional serta hasil Survei Tingkat Kegemaran Membaca Masyarakat tahun 2025.

Catatan statistik per Februari 2026 mengukuhkan NTT sebagai provinsi paling gemar membaca, yang kemudian diikuti oleh Nusa Tenggara Barat (NTB) di posisi kedua. Provinsi Sumatera Selatan berhasil mengamankan peringkat ketiga, sementara Maluku Utara dan Kalimantan Barat melengkapi daftar lima besar.

Fenomena menarik terlihat pada daftar sepuluh besar, di mana tidak ada satu pun provinsi dari Pulau Jawa yang berhasil masuk. Wilayah di Pulau Jawa dengan pencapaian tertinggi adalah Jawa Barat, namun skornya hanya mencapai 59,19%.