PORTALBENGKULU.ID - Jemaah haji yang sedang berada di Tanah Suci diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang diprediksi akan terjadi dalam dua pekan ke depan. Berdasarkan data meteorologi pada Kamis (23/4/2026), suhu udara di Makkah diperkirakan bakal menyentuh angka 36 hingga 40 derajat Celsius.

Paparan sinar matahari yang sangat terik ini membawa risiko kesehatan serius, terutama dehidrasi yang dapat mengganggu kekhusyukan rangkaian ibadah. Oleh karena itu, para jemaah sangat disarankan untuk menjaga asupan cairan mineral secara konsisten dan menyiapkan perlengkapan pelindung diri demi menjaga stabilitas stamina fisik.

Pentingnya menjaga kecukupan cairan selama berada di bawah suhu tinggi Makkah juga ditekankan oleh para ahli kesehatan, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Langkah antisipasi dini dinilai sangat krusial mengingat mayoritas rangkaian ibadah haji melibatkan aktivitas fisik yang cukup berat di luar ruangan.

"Mengingat suhu di Makkah sangat tinggi, hal yang paling utama adalah mengonsumsi banyak air agar tidak mengalami dehidrasi akibat panas, dengan menjaga asupan air putih minimal dua liter setiap harinya," ujar Musrifatul Uliyah, Dosen Keperawatan Lansia dan Keperawatan Dasar UM Surabaya.

Selain pemenuhan cairan dari dalam tubuh, perlindungan kulit dari paparan panas luar juga tidak kalah penting untuk diperhatikan oleh para jemaah. Penggunaan tisu basah atau kain yang telah dilembapkan bisa menjadi solusi praktis untuk mendinginkan suhu permukaan kulit secara berkala.

"Upayakan untuk rutin membasahi tubuh atau mengelapnya dengan kain basah guna menjaga hidrasi kulit agar tidak terbakar, terutama bagi jemaah lansia yang kondisi kulitnya cenderung lebih kering," kata Musrifatul Uliyah.

Persiapan matang sebelum keberangkatan juga memegang peranan besar dalam menunjang ketahanan tubuh jemaah selama berada di Arab Saudi. Selain konsumsi vitamin tambahan, latihan fisik ringan seperti jalan kaki secara teratur sangat dianjurkan untuk membiasakan tubuh dengan beban aktivitas ibadah.

"Jemaah sebaiknya rutin berolahraga atau latihan jalan kaki, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebelum keberangkatan karena ibadah haji pada dasarnya merupakan ibadah fisik," pungkas Musrifatul Uliyah.

Dengan melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh, jemaah yang memiliki riwayat penyakit tertentu dapat meminimalisir risiko gangguan kesehatan mendadak saat berada di Tanah Suci. Kedisiplinan dalam menerapkan tips kesehatan praktis ini diharapkan dapat membantu jemaah menjalani seluruh prosesi haji dengan lancar dan tetap sehat.