PORTALBENGKULU.ID - Kegagalan AC Milan untuk mengamankan posisi di empat besar klasemen akhir Serie A musim ini berjalan selaras dengan penurunan performa yang signifikan dari penyerang sayap andalan mereka, Rafael Leao. Pemain internasional Portugal tersebut harus melewati periode kompetisi yang penuh dengan rintangan berat dan inkonsistensi di lapangan.

Pada awal musim, Leao sebenarnya sempat menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan dengan sumbangan lima gol dan satu assist, meskipun perjalanannya sempat terhambat oleh cedera otot betis. Namun, grafik penampilannya mulai menunjukkan penurunan yang cukup tajam setelah memasuki pergantian tahun, sebagaimana dilansir dari Detik Sport.

Memasuki paruh kedua kompetisi, kontribusi lini serang yang biasanya bertumpu pada kreativitas Leao tidak lagi berjalan optimal bagi Rossoneri. Pemain berusia 26 tahun tersebut tercatat hanya mampu menambah perolehan empat gol dan dua assist di sepanjang sisa musim.

Ketajaman lini depan AC Milan bahkan mengalami kebuntuan yang cukup panjang setelah Leao gagal mencetak gol sejak terakhir kali membobol gawang Cremonese pada awal Maret lalu. Mandulnya barisan penyerang ini membuat Milan perlahan terlempar dari persaingan papan atas liga domestik.

Puncaknya terjadi pada pekan pamungkas saat AC Milan dipaksa menyerah dari Cagliari di hadapan pendukungnya sendiri, yang sekaligus menutup peluang mereka untuk tampil di Liga Champions. Hasil buruk ini langsung memicu gelombang protes dan kemarahan besar dari para suporter yang memadati stadion.

Kritik tajam dari para penggemar sebagian besar diarahkan kepada deretan pemain bintang dengan gaji tinggi, termasuk Leao yang menjadi tumpuan utama tim. Di sisi lain, muncul spekulasi bahwa fokus sang pemain terpecah akibat rumor transfer dan tawaran kontrak bernilai fantastis dari klub luar.

Leao yang saat ini menerima gaji sebesar 7 juta euro per tahun tidak membantah bahwa fase kompetisi kali ini merupakan momen terberat yang harus ia lalui sepanjang karier profesionalnya. Kendati demikian, ia tetap mencoba bersikap optimistis untuk membawa klub bangkit pada musim depan.

"Tahun ini benar-benar menguras kondisi fisik dan mental saya, dan hanya orang-orang terdekat yang memahami betapa beratnya situasi tersebut, sehingga saya ingin mengapresiasi semua pihak yang telah berjuang agar musim ini bisa berakhir dengan cara berbeda, serta berharap Milan bisa kembali berjaya di masa mendatang," ujar Rafael Leao melalui akun Instagram pribadinya.

Secara akumulatif, kontribusi Rafael Leao untuk AC Milan pada musim ini terhenti di angka 10 gol dan tiga assist dari total 31 pertandingan yang ia lakoni. Catatan statistik ini tentu akan menjadi bahan evaluasi mendalam bagi manajemen klub guna menyongsong kompetisi berikutnya.