PORTALBENGKULU.ID - Apple dikabarkan sedang merancang sistem keamanan mutakhir untuk melindungi perangkat iPhone dari ancaman pencurian fisik di ruang publik. Langkah ini diambil guna memperkuat proteksi data pengguna yang kian rentan saat gawai berpindah tangan secara paksa.

Mekanisme perlindungan terbaru ini dirancang untuk mengunci layar ponsel secara otomatis ketika mendeteksi adanya guncangan atau tarikan mendadak. Konsep pengamanan otomatis tersebut diketahui mengadopsi sistem yang serupa dengan fitur keamanan pada ekosistem Android.

Saat ini, pengguna iPhone sebenarnya sudah dibekali dengan berbagai opsi proteksi bawaan seperti Find My, Activation Lock, hingga Stolen Device Protection. Namun, jajaran fitur tersebut dinilai masih memiliki celah keamanan yang cukup krusial bagi pengguna, dilansir dari Detik iNET.

"Seluruh fitur keamanan yang ada saat ini dirasa kurang efektif apabila pelaku kejahatan berhasil merampas ponsel dalam kondisi layar yang sudah terbuka atau tidak terkunci," demikian ulasan mengenai kerentanan sistem proteksi iPhone saat ini, dilansir dari Detik iNET. Hal ini dikarenakan akses ke data pribadi menjadi terbuka lebar tanpa hambatan sandi.

Meskipun Apple telah menerapkan pembatasan waktu untuk mencegah modifikasi data sensitif pada Apple ID, potensi kerugian korban tetaplah besar. Pencuri masih dapat mengakses berbagai aplikasi keuangan atau data pribadi lainnya jika ponsel berhasil direbut dalam keadaan aktif.

Sistem proteksi otomatis yang sedang dikembangkan ini nantinya akan sangat bergantung pada akumulasi data dari sensor internal gawai. Sensor akselerometer akan mendeteksi guncangan tiba-tiba yang menjadi indikasi kuat bahwa ponsel sedang dirampas secara paksa dari genggaman pemiliknya.

Untuk meminimalkan kesalahan deteksi, sistem juga akan memantau jarak aman antara unit iPhone dengan Apple Watch yang terhubung. Selain itu, parameter lokasi dari fitur Stolen Device Protection akan digunakan untuk menganalisis apakah pengguna berada di area aman seperti rumah atau kantor.

"Keberadaan fitur proteksi ini pertama kali teridentifikasi lewat baris kode sistem yang mengindikasikan bahwa fase pengembangan teknologi tersebut masih berjalan aktif," ungkap tim riset dari 9to5Mac. Temuan ini memberikan harapan baru bagi peningkatan sistem keamanan iOS berikutnya.

Hingga saat ini, pihak Apple belum memberikan pengumuman resmi terkait jadwal peluncuran fitur keamanan berbasis deteksi gerakan ini ke publik. Namun, kehadiran inovasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan angka kejahatan pencurian ponsel di masa mendatang.