PORTALBENGKULU.ID - Menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus terbaik negeri sering kali menghadirkan tantangan besar, terlebih bagi mereka yang berusia sangat muda. Kisah luar biasa ini datang dari Angel, seorang mahasiswi yang berhasil menyelesaikan studi sarjananya di Institut Teknologi Bandung (ITB) jauh lebih cepat dari rekan sebayanya.

Seperti dilansir dari Detikcom, pengumuman kelulusan tersebut disampaikan secara resmi dalam Sidang Terbuka Wisuda Kedua ITB Tahun Akademik 2025/2026 pada Sabtu (18/4/2026). Angel dinobatkan sebagai wisudawan termuda setelah resmi menyandang gelar S1 tepat pada usia 20 tahun.

Pencapaian langka ini diraih Angel bukan karena ia mengikuti program kelas akselerasi semasa sekolah menengah. Berdasarkan informasi resmi dari pihak kampus, ia bisa lulus lebih cepat lantaran sudah mulai mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) saat usianya belum genap lima tahun.

Memulai perkuliahan di usia yang sangat belia tentu menuntut kemampuan adaptasi yang luar biasa dari dirinya. Pada tahun pertama di ITB, Angel sempat mengalami masa-masa sulit untuk menyesuaikan diri dengan iklim akademik kampus yang terkenal sangat kompetitif.

Melalui ketekunan, ia akhirnya berhasil menemukan metode belajar yang paling efektif untuk mengimbangi ritme perkuliahan yang padat. Kunci kelancaran studinya terletak pada kedisiplinan yang ketat, menjaga waktu istirahat, serta fokus penuh selama dosen mengajar di kelas.

Di luar jam kuliah, Angel juga dikenal sangat aktif berorganisasi dengan bergabung di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Boulevard dan Keluarga Mahasiswa Buddha (KMB). Di tengah kesibukan mengikuti berbagai perlombaan, ia juga selalu meluangkan waktu untuk rutin berolahraga demi menjaga kebugaran fisiknya.

Kerja kerasnya tersebut akhirnya berbuah manis pada penyelesaian tugas akhir sebagai syarat kelulusan. Angel menulis skripsi ilmiah bertajuk "Studi Ketahanan Stainless Steel 361L dengan Pengaruh Temperatur dalam Larutan Isotonik" yang meneliti ketahanan korosi sistem perpipaan produsen minuman isotonik.

Sebagai penutup dari lembaran kisahnya di kampus Ganesha, ia menitipkan sebuah pesan mendalam bagi seluruh mahasiswa yang masih berjuang. "Jaga integritas dan jangan pernah curang dalam proses belajar. Jangan pula takut untuk memulai sesuatu yang baru," ujar Angel.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infonasional. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.