PORTALBENGKULU.ID - Pembagian daging kurban yang aman dan higienis kini menjadi perhatian penting demi menjaga kualitas pangan serta menekan risiko kontaminasi bakteri. Terkait hal ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih wadah pembungkus daging saat Idul Adha, seperti dilansir dari Detikcom melalui laman resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dosen Fakultas Peternakan IPB University sekaligus auditor halal LPPOM, Henny Nuraini, sangat menganjurkan masyarakat untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Menurutnya, penggunaan plastik biasa yang bukan diperuntukkan bagi makanan berisiko tinggi memengaruhi keamanan pangan, terutama jika bersentuhan langsung dengan daging segar dalam waktu lama.

"Solusinya adalah menggunakan plastik food grade, kemasan thinwall atau kotak plastik makanan, serta kemasan ramah lingkungan yang tetap aman untuk pangan," ujar Henny Nuraini.

Selain plastik berlabel aman pangan, Henny juga menyarankan beberapa alternatif wadah tradisional dan ramah lingkungan yang mudah ditemukan di sekitar kita. Beberapa opsi yang bisa digunakan masyarakat antara lain kotak kertas, besek bambu, kertas pembungkus, hingga daun pisang atau dedaunan lokal lainnya.

Meskipun demikian, penggunaan wadah seperti kotak kertas tetap memerlukan perhatian khusus berupa lapisan tambahan agar tidak mudah bocor akibat cairan daging segar. Di sisi lain, wadah berbahan kaca dinilai sangat aman secara kesehatan, namun kurang praktis dan tidak ekonomis untuk pembagian daging dalam jumlah massal.

Faktor kebersihan wadah pembungkus juga menjadi aspek krusial yang tidak boleh diabaikan oleh panitia kurban. Setiap kemasan yang digunakan harus dipastikan dalam kondisi steril dan layak pakai guna mencegah terjadinya kontaminasi silang yang dapat merusak kualitas daging.

Selain kebersihan wadah, proses pengemasan bagian-bagian hewan kurban juga harus dilakukan secara terpisah untuk menjaga kesegaran. Bagian daging merah, jeroan, serta tulang sebaiknya tidak disatukan dalam satu wadah agar tidak saling mengontaminasi sebelum sampai ke tangan penerima.

"Dengan mempertimbangkan faktor keamanan pangan, kepraktisan, dan kelestarian lingkungan, masyarakat dapat memilih kemasan yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat," jelas Henny Nuraini.

Penyembelihan hewan ternak seperti sapi, kambing, atau domba merupakan ibadah tahunan yang rutin digelar umat Muslim saat merayakan Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan informasi resmi dari Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag), aktivitas pemotongan hewan kurban ini secara syariat dimulai setelah pelaksanaan salat Idul Adha pada 10 Zulhijah.