PORTALBENGKULU.ID - Tragedi memilukan melanda pusat kota Surabaya pada Sabtu (2/5) malam, melibatkan seorang pemuda berinisial R0 (21). Korban dilaporkan tewas setelah terjatuh dari lantai 20 sebuah hotel ternama di kawasan Jalan Basuki Rahmat yang memicu kegemparan bagi warga sekitar.
Identitas korban terungkap sebagai warga asal Madiun, Jawa Timur, berdasarkan data kependudukan yang ditemukan oleh petugas di lokasi. Kejadian ini sempat mengejutkan para tamu hotel dan masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar tempat kejadian, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aparat kepolisian dari Polsek Genteng segera mengamankan lokasi kejadian setelah menerima laporan mengenai penemuan tubuh di area parkir. Investigasi awal langsung dilakukan guna memastikan kronologi serta penyebab pasti dari insiden yang menghebohkan tersebut.
"Berdasarkan hasil olah TKP, korban dinyatakan meninggal dunia dengan dugaan kuat melakukan tindakan bunuh diri dari Lantai 20 Hotel Goldvitel, namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil visum serta autopsi menyeluruh," ujar Iptu Vian Wijaya.
Dalam proses pendalaman kasus, pihak berwajib menggali keterangan dari sejumlah saksi kunci yang berada di lokasi saat kejadian. Salah satu saksi merupakan pramusaji kafe di lantai 20 yang sempat berinteraksi langsung dengan korban sebelum peristiwa terjadi.
Korban diketahui sempat memesan makanan dan bersikap layaknya pengunjung biasa sebelum akhirnya insiden jatuh tersebut terjadi secara tiba-tiba. Tidak ada kecurigaan awal yang dirasakan oleh staf kafe saat melayani pemuda tersebut di area restoran.
"Petugas keamanan hotel kemudian melakukan pencarian dan menemukan tubuh korban sudah dalam kondisi tergeletak di area parkir lobi hotel," kata Iptu Vian Wijaya.
Penemuan jasad ini diawali oleh suara benturan keras yang terdengar oleh petugas keamanan yang tengah berjaga di sekitar pintu masuk utama. Suara tersebut memicu inisiatif petugas untuk segera melakukan penyisiran di seluruh area luar bangunan hotel.
"Laporan terkait penemuan ini segera kami teruskan kepada Tim Inafis Polrestabes Surabaya untuk dilakukan proses olah tempat kejadian perkara secara mendalam," terang Iptu Vian Wijaya.