PORTALBENGKULU.ID - Seorang warga lanjut usia asal Kabupaten Batang akhirnya berhasil menginjakkan kaki kembali di tanah kelahirannya setelah puluhan tahun merantau. Kepulangan sosok bernama Gim Suyati (73) ini disambut penuh haru oleh pihak keluarga yang telah lama menantinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gim Suyati tiba di kediamannya yang berlokasi di Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Proses kepulangan yang penuh emosional tersebut berlangsung pada Kamis, 14 Mei 2026.

Peristiwa ini menandai berakhirnya masa penantian panjang selama lebih dari tiga dekade bagi keluarga besar Suyati. Selama 31 tahun lamanya, pihak keluarga di Indonesia sempat kehilangan kontak dengan dirinya yang berada di Malaysia.

Sebagaimana dilansir dari INFOTREN.ID, perjalanan panjang Suyati di negeri jiran tersebut dipenuhi dengan berbagai tantangan berat. Ia diketahui menetap di Malaysia tanpa memiliki dokumen keimigrasian yang sah atau berstatus sebagai pekerja migran non-prosedural.

Kondisi tersebut berawal saat dirinya memutuskan untuk berangkat merantau pertama kali pada tahun 1995 silam. Sayangnya, niat baik untuk mencari nafkah justru berujung pada situasi sulit akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.

Suyati dilaporkan menjadi korban penipuan oleh oknum agen penyalur tenaga kerja tidak resmi saat keberangkatannya dahulu. Hal inilah yang kemudian memicu masalah administrasi kependudukan dan keimigrasian selama dirinya berada di luar negeri.

Setelah tiga puluh satu tahun berlalu tanpa kepastian, koordinasi berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil positif bagi lansia tersebut. Kini, Suyati dapat kembali berkumpul bersama sanak saudara di Desa Adinuso dalam keadaan sehat.

Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur resmi dalam pengiriman tenaga kerja ke luar negeri guna menjamin perlindungan warga negara. Kepulangan Suyati menutup lembaran pilu perjuangannya selama tiga dekade di Malaysia.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infotren. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.