PORTALBENGKULU.ID - Pemerintah Indonesia terus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional melalui sinergi strategis antara lembaga kepresidenan dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pada Sabtu, 16 Mei 2026, langkah nyata dilakukan melalui aksi panen raya jagung dan peresmian infrastruktur pendukung gizi masyarakat di berbagai wilayah.

Di wilayah hukum Polda Metro Jaya, pihak kepolisian berhasil memanen sedikitnya 3 ton jagung varietas NK 212 di lahan seluas 1,3 hektare yang berlokasi di Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda besar peresmian 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri yang dilakukan secara serentak.

"Polda Metro Jaya mendukung pelaksanaan agenda Bapak Presiden Prabowo, yakni peresmian 166 SPPG Polri dan Panen Jagung Kuartal II Tahun 2026," ujar Kombes Budi Hermanto selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Selain fokus pada produksi jagung, Polda Metro Jaya juga tengah mempercepat penyelesaian Gudang Ketahanan Polri di Kalibaru yang memiliki kapasitas mencapai 10.000 ton. Saat ini, pembangunan fasilitas penyimpanan tersebut telah mencapai progres fisik sebesar 95,79 persen.

"Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi memberi manfaat nyata bagi petani, masyarakat, dan penguatan ketahanan pangan di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Kombes Budi Hermanto.

Mengenai operasional SPPG, tercatat sudah ada 27 unit yang beroperasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, di mana beberapa unit di antaranya telah mengadopsi teknologi bahan bakar CNG yang lebih ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen Polri dalam mendukung keberlanjutan rantai produksi pangan nasional.

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, Presiden RI Prabowo Subianto turut mengawal langsung kebijakan pangan ini melalui agenda Panen Raya Jagung dan peletakan batu pertama 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Jawa Timur. Presiden menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan terus dijalankan dengan pengawasan yang sangat ketat.

"MBG akan kita teruskan, tapi kita harus tertibkan ke dalam. Tidak boleh ada penyelewengan," tegas Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam agenda tersebut.

Kepala Negara menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan merupakan pilar utama yang menyokong berbagai program strategis pemerintah, terutama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat desa. Sinergi antar-lembaga menjadi kunci keberhasilan kedaulatan pangan ini.