PORTALBENGKULU.ID - Pelabuhan Nusantara di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, mulai mengalami tekanan volume penumpang yang signifikan menjelang perayaan Idul Adha 2026. Fenomena mudik ini merefleksikan tingginya mobilitas pekerja migran dan perantau domestik yang kembali ke kampung halaman setelah masa kerja yang panjang.
Pada Jumat (22/5/2026) atau H-5 Idul Adha, tercatat sebanyak 3.959 penumpang dari Malaysia dan Kalimantan tiba secara hampir bersamaan. Arus kedatangan yang terkonsentrasi ini memicu kepadatan tinggi di area dermaga pelabuhan, dilansir dari Detikcom.
Kepadatan ini dipicu oleh bersandarnya beberapa armada laut berkapasitas besar secara simultan, termasuk KM Adithya dari Samarinda dan KM Thalia dari Nunukan. Penumpukan penumpang yang membawa barang bawaan besar terlihat jelas saat mereka turun dari tangga kapal menuju area pemeriksaan dermaga.
Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Parepare menyatakan bahwa lonjakan ini telah diantisipasi dengan baik. Berdasarkan proyeksi otoritas, puncak arus kedatangan penumpang diperkirakan akan berlangsung selama tiga hari berturut-turut.
"Untuk sekarang penumpang melonjak sebelum Idul Adha. Ramai penumpang untuk tanggal 22, 23, dan 24," kata Eko Prayitno selaku Humas KSOP Parepare.
Secara rinci, data manifest kapal menunjukkan distribusi penumpang yang cukup padat di beberapa armada yang bersandar. KM Dharma Ferry 3 tercatat membawa 404 penumpang turun dan 117 naik, KM Thalia mengangkut 1.466 penumpang turun, KM Adithya membawa 1.781 penumpang, serta KM Egon mengangkut 308 penumpang turun.
"Total ada 3.959 penumpang (yang turun)," sebut Eko Prayitno selaku Humas KSOP Parepare.
Tingginya okupansi kapal selama pelayaran lintas negara ini dirasakan langsung oleh para pemudik yang mayoritas bekerja di Malaysia. Keterbatasan ruang di dalam dek kapal menjadi tantangan tersendiri bagi kenyamanan para penumpang selama perjalanan jauh.
"Padat sangat ramai. Saya dapat tempat tuh di atas," kata Suriani selaku pemudik.