PORTALBENGKULU.ID - Umat Katolik di seluruh Indonesia memperingati hari biasa pekan II Paskah pada Jumat, 17 April 2026. Fokus utama dalam refleksi hari ini adalah mendalami nilai rasa syukur, terutama saat manusia dihadapkan pada berbagai keterbatasan materi dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan Kalender Liturgi 2026 yang disusun oleh Komisi Liturgi KWI, hari ini juga menjadi momen peringatan bagi Santo Anisetus serta Santa Klara Gambacorta OP. Dalam perayaan ekaristi dan ibadat, umat menggunakan warna liturgi putih sebagai simbol kesucian dan sukacita kebangkitan.

Dilansir dari Detikcom, rangkaian ibadat hari ini mengambil inspirasi dari pembacaan Kitab Suci yang mencakup Kisah Para Rasul, Mazmur, dan Injil Yohanes. Tema sentral yang diangkat dalam buku "Inspirasi Pagi" karya Budi Ingelina menekankan bahwa kuasa Tuhan mampu melampaui segala perhitungan logika manusia melalui simbolisme penggandaan makanan.

Dalam sidang Mahkamah Agama, seorang ahli Taurat terkemuka bernama Gamaliel memberikan peringatan serius kepada orang-orang Israel. Ia meminta mereka untuk mempertimbangkan dengan matang tindakan yang akan diambil terhadap para rasul yang sedang diadili.

"Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini!" ujar Gamaliel.

Gamaliel kemudian memberikan perspektif sejarah dengan mengingatkan kegagalan gerakan-gerakan sebelumnya yang dipimpin oleh tokoh manusia. Ia mencontohkan gerakan Teudas yang sempat memiliki banyak pengikut namun akhirnya hancur.

"Sebab dahulu telah muncul si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa dan ia mempunyai kira-kira empat ratus orang pengikut; tetapi ia dibunuh dan cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap," kata Gamaliel.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejarah mengenai Yudas dari Galilea yang juga melakukan pemberontakan pada masa pendaftaran penduduk. Gerakan tersebut pun menemui kegagalan yang sama setelah pemimpinnya tewas.

"Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya," ucap Gamaliel.