PORTALBENGKULU.ID - Barcelona kini tengah menghadapi dilema besar terkait masa depan penyerang asal Inggris, Marcus Rashford. Meskipun sang pemain tampil gemilang sepanjang musim lalu, raksasa Catalan tersebut dilaporkan enggan menebus klausul rilis permanen yang dipatok oleh Manchester United.
"Penyerang berusia 28 tahun itu menjalani masa peminjaman yang sukses di Camp Nou dan turut membantu Barcelona merengkuh trofi Liga Spanyol," dilansir dari Bola. Kehadiran Rashford di lini depan sebelumnya dinilai memberikan dampak instan bagi performa skuad.
Manajemen Blaugrana awalnya diharapkan akan mengaktifkan opsi pembelian permanen senilai 26 juta paun atau setara Rp622,7 miliar. Namun, Barcelona dikabarkan keberatan dengan nominal tersebut dan hanya bersedia membayar setengahnya, yakni sekitar 13 juta paun.
Padahal, kontribusi Rashford sepanjang musim 2025/2026 tergolong sangat luar biasa di semua kompetisi. Dari total 49 penampilan yang dijalani, ia sukses mengemas 14 gol dan menyumbangkan 14 assist untuk publik Camp Nou.
Di sisi lain, kubu Setan Merah dilaporkan enggan menurunkan tuntutan mereka demi mempermudah kepindahan sang pemain. "Manchester United sama sekali tidak memiliki niat untuk memberikan potongan harga dan tetap berkukuh pada angka awal," dilansir dari Bola.
Barcelona kini dikejar waktu karena tenggat penentuan sikap resmi mereka jatuh pada tanggal 15 Juni mendatang. Jika kesepakatan batal, Rashford diproyeksikan kembali ke Old Trafford untuk masuk dalam skema taktik Michael Carrick musim depan.
Keengganan Barcelona membayar klausul Rashford menimbulkan tanda tanya karena mereka justru dikaitkan dengan transfer mahal lainnya. Klub Catalan tersebut dirumorkan siap menggelontorkan 69 juta paun demi Anthony Gordon dari Newcastle United, serta membidik Julian Alvarez dari Atletico Madrid.
Kehilangan Robert Lewandowski yang hengkang dengan status bebas transfer membuat Barcelona sebenarnya membutuhkan penyerang baru. Namun, manajemen klub tampaknya lebih memilih mencari alternatif striker yang lebih muda dengan tuntutan gaji yang lebih ramah di kantong.