PORTALBENGKULU.ID - Bencana semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo kini telah genap memasuki usia dua dekade atau 20 tahun sejak pertama kali menyembur pada 29 Mei 2006 silam. Hingga saat ini, dampak sosial dan lingkungan dari luapan lumpur tersebut masih terus membayangi kehidupan masyarakat sekitar.
Bencana ekologis berskala besar ini tercatat telah menenggelamkan sedikitnya 16 desa yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Porong, Jabon, dan Tanggulangin. Sebagian besar wilayah terdampak kini telah berubah menjadi hamparan kolam penampungan raksasa yang dibatasi oleh tanggul-tanggul pengaman yang tinggi.
Untuk mengelola volume air dan lumpur, Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) secara rutin mengalirkannya ke Sungai Porong menggunakan sistem pompa dan kapal keruk. Namun, dilansir dari Detikcom, aktivitas pembuangan material tersebut belakangan ini dikabarkan sempat tidak terlihat oleh warga sekitar.
Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi yang lengang tanpa adanya aktivitas petugas di sekitar Desa Pajarakan dan Desa Besuki, Kecamatan Jabon. Cerobong pipa pembuangan yang berada di sisi barat eks Tol Porong-Gempol juga tampak tidak mengalirkan air maupun lumpur.
"Sampai hari ini saya tidak melihat ada kegiatan pembuangan air dan lumpur ke Sungai Porong. Biasanya kalau ada pembuangan terlihat aktivitas petugas dan pergerakan di sekitar lokasi," ujar Puji.
"Beberapa minggu ini juga tidak terlihat petugas PPLS yang mondar-mandir di atas tanggul seperti biasanya. Saya tidak tahu penyebabnya kenapa sekarang sepi," kata Puji.
"Dulu sering terlihat petugas lalu-lalang di atas tanggul. Apalagi di sekitar titik 35 sampai titik 25 karena di sana ada pompa dan kapal keruk. Sekarang sudah jarang sekali terlihat aktivitas," ungkap Puji.
"Yang penting pengawasan tetap dilakukan. Warga berharap kondisi tanggul tetap aman dan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan masyarakat di sekitar area terdampak," kata Puji.
Merespons kekhawatiran warga tersebut, pihak otoritas terkait segera memberikan klarifikasi mengenai kelangsungan operasional pembuangan lumpur. Pihak berwenang menegaskan bahwa aktivitas pengaliran material ke Sungai Porong sebenarnya masih terus berjalan secara berkala.