PORTALBENGKULU.ID - Pergerakan nilai tukar Rupiah menghadapi tantangan signifikan yang berkelanjutan, meskipun Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah proaktif dalam kebijakan moneter. Tekanan terhadap mata uang Garuda ini tetap terasa kuat di pasar finansial domestik.
Langkah kebijakan moneter yang ditempuh BI termasuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada bulan sebelumnya. Tindakan agresif ini bertujuan untuk menjaga daya tarik aset Rupiah di tengah ketidakpastian global.
Namun demikian, kenaikan suku bunga tersebut tampaknya belum sepenuhnya efektif meredam volatilitas yang terjadi. Hal ini terlihat dari data perdagangan valuta asing terbaru yang menunjukkan pelemahan lebih lanjut.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) per hari Jumat, 5 Juni 2026, nilai tukar Rupiah tercatat berada di posisi Rp18.039 per dolar Amerika Serikat (AS). Posisi ini menandai titik terendah baru dalam sejarah mata uang tersebut.
Level Rp18.039 per dolar AS tersebut mengindikasikan adanya tantangan besar yang dihadapi pemerintah dan otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi makro. Situasi ini menuntut respons yang lebih komprehensif.
Kondisi pelemahan Rupiah yang terus berlanjut ini menjadi penanda penting perlunya penguatan sinergi antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. Kolaborasi erat antara kedua instrumen kebijakan ini sangat krusial.
Penguatan sinergi ini diharapkan dapat memberikan bantalan yang lebih solid dalam menghadapi berbagai tekanan eksternal yang memengaruhi pergerakan nilai tukar. Ini menjadi fokus utama para pembuat kebijakan saat ini.
Dilansir dari PORTAL7.CO.ID, otoritas terkait menekankan bahwa langkah kebijakan moneter yang telah diambil merupakan bagian dari upaya menahan laju depresiasi mata uang. Upaya ini perlu didukung oleh kebijakan fiskal yang mendukung.
"Pelemahan nilai tukar rupiah terus berlanjut meskipun Bank Indonesia (BI) telah mengambil langkah kebijakan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% bulan lalu," demikian disebutkan dalam analisis perkembangan pasar terkini.