PORTALBENGKULU.ID - Bayern Munchen akan menghadapi tantangan besar saat menjamu Paris Saint-Germain (PSG) dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Allianz Arena. Pertandingan yang dijadwalkan pada Kamis, 7 Mei 2026, pukul 02.00 WIB ini menjadi momen krusial bagi skuat asuhan Vincent Kompany untuk membalikkan keadaan.

Die Roten saat ini mengemban misi berat setelah tertinggal agregat 4-5 akibat kekalahan tipis dalam drama sembilan gol pada pertemuan pertama di Paris. Meskipun demikian, raksasa Jerman ini memiliki modal kepercayaan diri tinggi berkat catatan impresif di kandang sendiri.

Berdasarkan data yang dilansir dari Sportskeeda, Bayern Munchen berhasil mengamankan 23 kemenangan dari 29 pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa saat bermain di Allianz Arena. Di sisi lain, PSG datang sebagai juara bertahan yang memiliki rekor mentereng dengan menyapu bersih enam laga tandang terakhir musim ini.

Fokus utama manajer Vincent Kompany tertuju pada kembalinya Jamal Musiala ke lini tengah setelah absennya Serge Gnabry yang mengalami cedera adduktor hingga akhir musim. Kompany berharap talenta muda tersebut mampu menjadi pembeda dalam upaya mengejar ketertinggalan skor.

"Sangat kebetulan cedera Serge terjadi sekarang, sementara kondisi Jamal saat ini sudah tidak terlalu jauh untuk kembali merumput," ujar Vincent Kompany.

"Secara fisik, dia sangat dekat dengan performa terbaiknya dalam hal berlari, menekan, hingga memenangkan tekel, namun pertanyaannya adalah kapan 'Magic Musiala' itu akan benar-benar kembali dengan kebebasan bermain yang utuh," kata Vincent Kompany.

Kritik sempat mengarah kepada Musiala yang dinilai kurang memberikan dampak signifikan pada leg pertama di Parc des Princes. Namun, Direktur Olahraga Bayern, Max Eberl, memberikan pembelaan tegas terhadap performa pemain timnas Jerman tersebut.

"Saya sama sekali tidak menganggap performanya tidak terlihat atau kurang menonjol saat menghadapi Paris pada laga sebelumnya," sanggah Max Eberl.

"Dia mungkin tidak tampil segemilang pemain lainnya di lapangan, tetapi dia telah bekerja sangat keras demi kepentingan tim secara keseluruhan," tambah Max Eberl.