PORTALBENGKULU.ID - Suasana ruang sidang mendadak tegang saat pengacara OpenAI membeberkan fakta baru terkait perseteruan mereka dengan Elon Musk. Pada hari Senin (4/5/2026), terungkap bahwa Musk sempat berupaya menawarkan perdamaian sebelum akhirnya melontarkan kata-kata tajam kepada para petinggi perusahaan tersebut.
Memasuki pekan kedua persidangan, fokus utama tertuju pada komunikasi pribadi antara Musk dengan para pendiri OpenAI sesaat sebelum proses hukum dimulai. Dilansir dari Detik iNET, miliarder tersebut awalnya menghubungi Presiden OpenAI, Greg Brockman, guna menjajaki kemungkinan penyelesaian masalah di luar jalur pengadilan.
Namun, harapan untuk berdamai tersebut sirna ketika Brockman mengajukan syarat agar kedua belah pihak bersedia mencabut gugatan hukum masing-masing. Penolakan ini memicu kemarahan Musk yang kemudian mengirimkan pesan bernada ancaman yang cukup mengejutkan bagi pihak OpenAI.
"Pada akhir pekan ini, kamu dan Sam akan menjadi orang paling dibenci di seluruh Amerika. Jika kamu tetap bersikeras, hal itu benar-benar akan menjadi kenyataan," tulis Elon Musk dalam pesan singkat yang dikutip dari dokumen pengadilan dilansir dari CNN.
Tim hukum OpenAI segera merespons pesan tersebut dengan mencoba menjadikannya sebagai bukti resmi di hadapan majelis hakim. Mereka berargumen bahwa komunikasi ini bukan sekadar luapan emosi, melainkan bukti adanya niat terselubung di balik gugatan hukum yang diajukan Musk.
"Pernyataan tersebut cenderung membuktikan adanya motif serta bias pribadi, yang menunjukkan bahwa motivasi Tuan Musk dalam gugatan ini adalah untuk menyerang kompetitor serta para pemimpinnya," ungkap tim pengacara OpenAI dalam dokumen persidangan tersebut.
Meskipun tim hukum OpenAI berusaha keras, Hakim Yvonne Gonzales Rogers memutuskan untuk tidak menerima pesan ancaman tersebut sebagai bukti baru. Keputusan ini diambil karena berkas tersebut dianggap terlambat untuk diajukan ke dalam persidangan yang sedang berjalan.
Menurut pandangan hakim, bukti tersebut seharusnya sudah disampaikan ketika Elon Musk memberikan kesaksian secara langsung pada pekan pertama persidangan. Dengan demikian, narasi mengenai ancaman tersebut tidak dapat digunakan untuk memperkuat argumen OpenAI pada tahap ini.
Perseteruan ini sendiri bermula dari gugatan Musk pada tahun 2024 yang menuduh OpenAI telah mengkhianati komitmen awalnya sebagai organisasi nirlaba. Sebaliknya, OpenAI menangkis tuduhan itu dengan menyebut Musk hanya berusaha merusak reputasi pesaing setelah gagal menguasai perusahaan sepenuhnya.