PORTALBENGKULU.ID - PSM Makassar kini tengah berjuang keras menghadapi ancaman degradasi dalam persaingan ketat di kompetisi Super League. Walaupun berada dalam situasi sulit, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini tetap dijagokan untuk mempertahankan posisi mereka di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun, tim berjuluk Juku Eja tersebut saat ini masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara. Dilansir dari Detikcom, PSM Makassar tercatat baru mengumpulkan total 31 poin dari 30 pertandingan yang telah mereka jalani sepanjang musim ini.
Posisi tersebut menempatkan PSM Makassar dalam kondisi yang cukup berisiko bagi kelangsungan tim di liga utama. Jarak perolehan poin mereka saat ini hanya terpaut empat angka dari zona merah yang dihuni oleh sejumlah tim papan bawah lainnya.
Persis Solo muncul sebagai pesaing terdekat yang saat ini berada di zona degradasi dengan koleksi 27 poin. Selain tekanan dari rival, PSM Makassar juga harus bersiap menghadapi jadwal pertandingan sisa yang berat melawan Bhayangkara FC, Arema FC, Persib Bandung, hingga Madura United.
Meskipun tantangan yang dihadapi cukup besar, terdapat optimisme mengenai masa depan klub di kompetisi ini. "PSM Makassar memiliki peluang besar untuk tetap bertahan di Super League dan berpotensi mengakhiri musim di peringkat ke-13 dengan total 37 poin," tulis analisis Footy Rankings.
Memasuki pekan ke-31, peta persaingan di papan bawah menunjukkan bahwa PSBS Biak masih menjadi kandidat terkuat yang akan turun kasta. Tim tersebut diperkirakan hanya mampu mengakhiri kompetisi di posisi ke-18 dengan raihan akhir sebesar 22 poin.
Misi Bangkit Fluminense di Ketinggian La Paz: Rekor Fabio dan Tantangan Fisik di Markas Bolivar
Di sisi lain, Semen Padang diprediksi akan menempati peringkat ke-17 dengan perolehan 25 poin pada penutupan musim nanti. Madura United juga berada dalam bayang-bayang risiko karena diprediksi finis di posisi ke-16 dengan estimasi koleksi 32 poin.
Manajemen PSM Makassar sendiri tidak tinggal diam dan telah melakukan berbagai langkah strategis untuk mendongkrak performa para pemain. Sebelumnya, kursi kepelatihan tim sempat dipercayakan kepada pelatih kawakan seperti Bernardo Tavares dan Tomas Trucha.
Langkah perbaikan taktis kini terus diupayakan oleh jajaran pelatih demi mengamankan poin di sisa kompetisi. "Saat ini kendali tim berada di tangan pelatih interim dengan fokus utama menjauhkan Juku Eja dari ancaman degradasi di laga-laga sisa," ujar Ahmad Amiruddin.