PORTALBENGKULU.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan salih, salah satunya adalah ibadah puasa sunnah. Namun, penting bagi setiap muslim untuk memahami hukum dan ketentuan waktu pelaksanaan puasa tersebut agar sesuai dengan syariat Islam.

Ibadah puasa menjelang Idul Adha tidak bersifat wajib seperti puasa Ramadan, melainkan berstatus sunnah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu melaksanakannya. Informasi mengenai status hukum ini diperoleh berdasarkan penjelasan yang dilansir dari Cahaya.

Puasa sunnah yang paling utama di awal bulan Dzulhijjah adalah puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Pelaksanaan ibadah ini didasarkan pada keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.

"Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah SWT daripada hari-hari ini, yakni sepuluh hari bulan Dzulhijjah," sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang mendasari keutamaan bulan tersebut.

Hadis tersebut menjadi landasan kuat bagi para ulama untuk menganjurkan umat Islam meningkatkan berbagai bentuk amal ibadah, khususnya puasa sunnah, di awal bulan tersebut. Berbagai kitab fikih terkemuka dari empat mazhab juga telah merinci hukum pelaksanaan puasa Tarwiyah ini.

"Mazhab Hanbali menegaskan tanggal 8 Dzulhijjah sebagai hari paling utama untuk beramal, sedangkan Mazhab Maliki menyebut puasa Tarwiyah dapat menghapus dosa setahun yang lalu," papar Putri.

"Menurut Mazhab Syafi’i, kesunahan puasa Tarwiyah berlaku bagi seluruh umat Islam, sedangkan Mazhab Hanafi memakruhkannya bagi jemaah haji jika dikhawatirkan dapat melemahkan fisik saat beribadah," tambah Putri.

Meskipun memiliki keutamaan yang besar, umat Islam dilarang keras untuk berpuasa ketika sudah memasuki Hari Raya Idul Adha serta Hari Tasyrik. Larangan berpuasa ini berlaku penuh selama empat hari berturut-turut demi menghormati hari raya.

Adapun waktu yang diharamkan untuk berpuasa tersebut meliputi tanggal 10 Dzulhijjah yang merupakan Hari Raya Idul Adha, serta tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah sebagai Hari Tasyrik. Pada momen ini, umat Islam justru dianjurkan untuk menikmati hidangan daging kurban dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.