PORTALBENGKULU.ID - Peluncuran program beasiswa riset kembali dibuka oleh Pertamina Energy Institute (PEI) bekerja sama dengan ASEAN Council on Petroleum and Energy (ASCOPE) untuk angkatan kedua. Program yang dinamakan ASEAN Students and Professionals Initiatives for Regional Engagement (ASPIRE) Batch II ini secara resmi membuka kesempatan bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2) di Indonesia.
Pendaftaran resmi untuk program fellowship yang sangat dinantikan ini akan ditutup pada tanggal 15 Juni 2026 mendatang. ASCOPE sendiri merupakan sebuah badan kerja sama antar pemerintah di sektor energi yang melibatkan perusahaan minyak nasional serta badan pengatur hulu dari seluruh negara anggota ASEAN.
Organisasi ASCOPE memiliki misi utama untuk memajukan kolaborasi regional terkait isu keamanan pasokan minyak dan gas, pembangunan infrastruktur energi, serta berbagai inisiatif strategis energi lainnya. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan ASEAN secara kolektif.
Program ASPIRE sendiri merupakan inisiatif yang digagas bersama oleh ASCOPE dan PEI dengan fokus utama menjaring para profesional muda di bidang energi atau yang dikenal sebagai Young Energy Fellows. Para peserta terpilih akan mendapatkan kesempatan berkontribusi pada penelitian dan kerja sama regional dalam industri energi dan migas.
Peserta yang berhasil lolos seleksi tidak hanya mendapatkan pengalaman penelitian, tetapi juga akan difasilitasi dengan berbagai keuntungan. Fasilitas tersebut mencakup uang saku bulanan yang akan diberikan secara rutin serta sertifikat resmi penyelesaian program Young Energy Fellows.
Pihak penyelenggara telah menetapkan serangkaian kualifikasi umum yang wajib dipenuhi oleh semua kandidat yang berminat mendaftar program fellowship ini. Salah satu syarat utamanya adalah status mahasiswa aktif jenjang S1 minimal semester lima, atau mahasiswa S2 yang sedang berada di tahun terakhir perkuliahan dari universitas terkemuka.
Selain itu, calon peserta harus memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,00 dan menunjukkan kemahiran yang baik dalam mengoperasikan perangkat lunak seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, serta alat visualisasi data. Kemahiran berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan, juga merupakan persyaratan krusial lainnya.
"Para peserta harus memiliki minat kuat terhadap kolaborasi regional ASEAN dan sektor energi, serta bersedia mengikuti seluruh rangkaian program secara luring atau offline selama periode empat sampai enam bulan di Jakarta," demikian persyaratan yang ditetapkan oleh penyelenggara.
Program fellowship ini membuka total 13 posisi berbeda, dengan spesifikasi jurusan pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan riset spesifik masing-masing bidang riset yang ditawarkan. Terdapat posisi seperti Upstream Fiscal Young Research Fellow yang terbuka untuk jurusan kimia dan perminyakan, hingga Media Communication Young Fellow untuk lulusan Desain Komunikasi Visual (DKV) dan Ilmu Komunikasi.