PORTALBENGKULU.ID - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen besar-besaran bagi 20.094 awak kapal ikan yang dijadwalkan mulai pada Mei 2026 mendatang. Langkah strategis ini diambil untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja profesional dalam mengoperasikan 1.582 unit kapal baru sebagai bagian dari program modernisasi armada perikanan nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, menjelaskan bahwa penambahan sumber daya manusia ini merupakan pilar utama dalam upaya pembaruan alat tangkap di seluruh Indonesia. Dilansir dari Detik Finance, program ini diprediksi akan menciptakan efek domino ekonomi yang signifikan bagi seluruh ekosistem industri perikanan.

"Inisiatif ini memerlukan sekitar 20 ribu personel untuk operasional kapal dan diproyeksikan melibatkan lebih dari 500 ribu tenaga kerja dalam ekosistem perikanan secara luas," ujar Latif dalam konferensi pers yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Kamis (30/4/2026).

Berdasarkan data teknis dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, armada modern tersebut terdiri dari berbagai kapasitas. Sebanyak 1.000 unit kapal berukuran 30 GT membutuhkan 10.000 personel, sementara 557 unit kapal 200 GT memerlukan 9.649 orang, dan sisanya sebanyak 625 tenaga kerja akan ditempatkan pada kapal berukuran 500 GT.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMKP), Nyoman Radiarta, menambahkan bahwa target pemenuhan tenaga kerja ini akan dilakukan secara bertahap. Periode penyerapan tenaga kerja direncanakan berlangsung mulai tahun 2026 hingga 2028 dengan mencakup berbagai posisi krusial.

"Kebutuhan kita mencakup 1.582 nakhoda dan kepala kamar mesin, ribuan mualim serta masinis, hingga 11.418 anak buah kapal guna mencapai total 20.094 personel yang diperlukan," ujar Nyoman dalam kesempatan yang sama.

Peluang karir ini terbuka luas bagi berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari lulusan satuan pendidikan internal KKP hingga awak kapal perikanan profesional yang sudah berpengalaman. Selain itu, masyarakat umum dari sekolah non-KKP serta penduduk di wilayah Kampung Nelayan Merah Putih juga diberikan kesempatan yang sama untuk bergabung.

Sebagai solusi praktis bagi pelamar profesional yang belum memiliki sertifikasi resmi, Nyoman menegaskan bahwa mereka tetap diperbolehkan mendaftar. Calon peserta tersebut nantinya akan diarahkan untuk mengikuti jalur pelatihan kompetensi terlebih dahulu guna memenuhi standar teknis yang ditetapkan.

Para peserta yang berhasil lolos seleksi tidak hanya akan dibekali kemampuan teknis perikanan yang mumpuni, tetapi juga pelatihan bela negara. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter awak kapal yang tangguh dan memiliki integritas tinggi saat bertugas di perairan nasional maupun internasional.