PORTALBENGKULU.ID - Pemerintah Iran saat ini sedang mempersiapkan upacara pemakaman besar untuk mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei yang tewas akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel. Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan pemakaman tersebut sempat tertunda lama akibat situasi peperangan, dilansir dari Detikcom.

Pemerintah Iran membentuk tim khusus untuk mempersiapkan upacara pemakaman tersebut. Waktu pasti mengenai pelaksanaan upacara penghormatan terakhir tersebut masih belum dipublikasikan kepada masyarakat.

"Sebuah markas khusus telah dibentuk untuk mempersiapkan upacara pemakaman, dan berbagai lembaga saat ini sedang merencanakan dan membuat pengaturan," ujar Mohsen Mahmoudi, kepala Dewan Koordinasi Propaganda Islam Teheran.

Kematian Khamenei terjadi pada gelombang awal serangan udara yang memicu perang pada 28 Februari lalu. Kejadian tersebut juga melukai Mojtaba Khamenei, putra sekaligus penerus kepemimpinan Khamenei, yang hingga kini belum terlihat kembali di ranah publik setelah resmi menjabat.

Meskipun sebuah acara penghormatan telah digelar pada bulan April, prosesi pemakaman kenegaraan yang direncanakan sejak awal terhambat oleh eskalasi konflik. Pihak otoritas terus berupaya merampungkan segala persiapan logistik demi memastikan kelancaran upacara massal tersebut.

"Berbagai organisasi sedang berupaya menyediakan kondisi yang diperlukan agar, setelah diumumkan secara resmi, upacara 'megah' dapat diadakan," kata Mohsen Mahmoudi.

Kondisi keamanan di wilayah tersebut saat ini dilaporkan sedang berada dalam fase gencatan senjata yang mulai berlaku sejak bulan April. Kendati demikian, pencapaian kesepakatan damai yang menyeluruh dan permanen demi mengakhiri konflik secara total masih sulit diwujudkan oleh kedua belah pihak.

Pemerintah Iran berharap upacara pemakaman ini dapat menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menghormati mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan memperkuat kesatuan bangsa.

Upacara pemakaman ini diharapkan dapat menjadi simbol perdamaian dan kesatuan bagi rakyat Iran, setelah mengalami konflik yang panjang dan berkepanjangan.