PORTALBENGKULU.ID - Peta pembinaan sepakbola putri usia muda di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang positif. Langkah nyata ini terlihat dari suksesnya penyelenggaraan turnamen HYDROPLUS Soccer League yang baru saja menyelesaikan fase regional di wilayah Kudus, Jawa Tengah.
Kompetisi sepakbola putri usia muda tersebut berlangsung di Supersoccer Arena Rendeng, Kudus, dan telah merampungkan seluruh rangkaian pertandingan pada 31 Mei 2026, dilansir dari Detik Sport. Ajang ini diharapkan mampu melahirkan talenta baru yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
Pada kategori umur di bawah 15 tahun (U-15), Scorpion FC tampil sebagai pemuncak klasemen akhir yang dominan. Keberhasilan tersebut juga diikuti oleh Putri Surakarta yang menempati posisi runner-up, sekaligus mengamankan tiket menuju putaran nasional bersama sang juara.
Sementara itu, persaingan sengit di kategori U-18 berhasil dimenangkan oleh Samba Persada Women yang keluar sebagai juara umum. Tim tersebut mengunci gelar setelah menumbangkan Putri Batang dan mengumpulkan total 34 poin di akhir musim kompetisi.
Memasuki putaran nasional, pihak penyelenggara akan menerapkan format inovatif berupa All-Stars double round robin yang mempertemukan delapan tim terbaik dari empat regional berbeda. Format ini dirancang khusus untuk menyaring pemain-pemain terbaik yang layak masuk ke dalam radar pemantauan tim nasional.
"Format All-Stars dengan sistem liga penuh double round robin ini merupakan yang pertama di Indonesia, mempertemukan delapan tim dari empat wilayah. Tim pemandu bakat akan memantau langsung untuk menjaring pemain potensial guna memperkuat skuad Garuda Pertiwi," kata Teddy Tjahjono.
"Para pemain terpilih nantinya dipersiapkan tampil di Srikandi Merdeka Cup pada Agustus mendatang di Supersoccer Arena Kudus, sehingga persiapan matang menuju putaran nasional sangat krusial," ujar Teddy Tjahjono.
Kehadiran kompetisi berjenjang ini juga mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari jajaran pengurus sepakbola daerah setempat. Wilayah Kudus dinilai sukses menjadi episentrum baru dalam meletakkan fondasi pembinaan usia dini bagi pesepakbola putri.
"Kudus sangat beruntung menjadi salah satu dari empat regional penyelenggara, dan kami berharap para atlet muda binaan sejak dini ini mampu bersaing di level yang lebih tinggi demi mengharumkan nama daerah," kata Taufan Hapsoro Putro.