PORTALBENGKULU.ID - Dini hari yang tenang di Dusun IV Desa Bumi Kawa, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, mendadak berubah mencekam pada Minggu (31/5/2026). Sebuah perselisihan sepele mengenai gawai memicu aksi kekerasan yang merenggut nyawa seorang petani setempat bernama Rahan Randi (31).

Pelaku pembacokan berinisial H (29) sempat melarikan diri sesaat setelah kejadian tragis tersebut. Namun pelarian pria tersebut tidak berlangsung lama karena ia akhirnya memilih untuk menyerahkan diri ke pihak berwajib sore harinya, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Pelaku berhasil diamankan setelah menyerahkan diri ke Polsek Lengkiti sekitar pukul 16.30 WIB didampingi Kepala Desa Bumi Kawa dan pihak keluarganya. Saat ini pelaku telah dibawa ke Polres OKU untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut," kata AKBP Endro Aribowo.

Peristiwa mematikan ini bermula sekitar pukul 02.00 WIB ketika korban meminjam gawai milik H dengan alasan ingin mengaktifkan akun finansial digital miliknya. H yang saat itu sedang memasak mi instan di dalam rumah tidak menaruh curiga dan membiarkan korban membawa gawai tersebut pergi.

Kecurigaan mulai muncul ketika korban tidak kunjung kembali dan justru menghilang bersama gawai tersebut. H yang merasa dikhianati segera keluar rumah untuk mencari keberadaan korban hingga akhirnya mereka berpapasan di jalan menuju acara hiburan organ tunggal desa sekitar pukul 04.00 WIB.

Pertemuan di jalan desa tersebut langsung memicu ketegangan di antara keduanya. H yang menuntut pengembalian telepon genggamnya justru terlibat adu mulut yang sengit dengan korban hingga situasi menjadi tidak terkendali.

"Pelaku menanyakan keberadaan handphone miliknya, namun terjadi cekcok. Pelaku yang emosi kemudian langsung menebaskan parang yang dibawanya ke arah leher korban," ungkap AKBP Endro Aribowo.

Sabetan senjata tajam pertama langsung membuat korban tersungkur ke tanah dalam kondisi tidak berdaya. Dalam kondisi emosi yang meluap-luap, pelaku kembali melayangkan parangnya beberapa kali ke arah leher korban untuk memastikan korban tidak bernyawa lagi.

"Korban mengalami luka bacok pada bagian leher kiri, leher kanan dan belakang leher. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka yang dideritanya," jelas AKBP Endro Aribowo.