PORTALBENGKULU.ID - Pasar modal Indonesia bersiap menghadapi dinamika baru pada pembukaan perdagangan di awal pekan ini. Para pelaku pasar kini tengah menyoroti pergerakan indeks yang diprediksi akan mengalami fluktuasi yang cukup signifikan.

Fokus utama tertuju pada pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan masih akan berada dalam zona merah. Kondisi ini menjadi perhatian serius bagi para investor, baik ritel maupun institusi, dalam menentukan langkah strategis mereka.

Berdasarkan data yang dihimpun, pergerakan indeks acuan ini diprediksi akan melanjutkan tren penurunan pada perdagangan Senin, 18 Mei 2026. Informasi mengenai proyeksi pasar ini dilansir dari INFOTREN.ID.

"Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan memasuki fase koreksi lanjutan pada awal pekan ini, khususnya pada perdagangan hari Senin, 18 Mei 2026," ujar INFOTREN.ID.

Pelemahan yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari tren yang sudah terbentuk pada periode sebelumnya. Para analis melihat adanya pola teknikal yang mendukung terjadinya penurunan lebih dalam pada pembukaan pasar kali ini.

"Proyeksi ini muncul sebagai respons terhadap dinamika pasar yang terjadi pada penutupan sesi perdagangan sebelumnya," kata INFOTREN.ID.

Penurunan ini diperkirakan akan membawa indeks menuju level psikologis yang lebih rendah dari posisi saat ini. Target pelemahan tersebut diproyeksikan dapat menyentuh angka 6.532 dalam waktu dekat jika tekanan terus berlanjut.

"Sentimen pasar yang cenderung negatif menjadi faktor utama yang mendorong munculnya proyeksi pelemahan ini," jelas INFOTREN.ID.

Selain sentimen global yang kurang mendukung, pergerakan arus modal keluar juga menjadi pemicu utama koreksi ini. Investor mancanegara terpantau melakukan aksi lepas saham yang cukup masif di berbagai sektor unggulan.