PORTALBENGKULU.ID - Sekretaris Daerah Kalimantan Barat, Harisson Azroi, memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat provinsi yang digelar di Pontianak. Langkah ini diambil menyusul adanya ketegangan terkait akurasi penilaian dewan juri yang memicu protes dari para peserta didik.
Penyelenggaraan kompetisi tahunan bagi siswa SMA sederajat ini menjadi sorotan setelah muncul dugaan ketidakkonsistenan dalam pemberian skor pada Senin (11/5/2026). Dilansir dari Detikcom, Harisson menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar integritas perlombaan tetap terjaga di masa mendatang.
"Di era digital ini, sekelas MPR harusnya punya perekam digital yang dapat diputar setiap saat pada saat pertandingan berlangsung, terutama pada saat ada protes atau pada saat dewan juri sedang tidak konsentrasi," kata Harisson.
Harisson berpendapat bahwa pemanfaatan teknologi sangat krusial untuk meminimalisir kesalahan manusia selama jalannya lomba. Keberadaan dokumentasi digital berupa audio maupun video dianggap dapat menjadi landasan objektif bagi panitia maupun pihak sekolah pendamping.
"Jadi ketika ada sanggahan atau protes, bisa langsung diputar ulang. Itu akan lebih fair bagi semua peserta," ujar Harisson.
Insiden tersebut bermula pada sesi tanya jawab mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam tayangan langsung tanggal 9 Mei 2026. Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapatkan pengurangan poin, sementara regu lain dengan jawaban serupa justru mendapatkan nilai penuh.
"Iya, inti jawabannya sudah benar. Nilai 10," kata Dyastasita Widya Budi saat memberikan poin kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas.
Perwakilan SMAN 1 Pontianak segera melayangkan interupsi karena merasa diperlakukan tidak adil oleh dewan juri di tengah jalannya perlombaan. Mereka menegaskan bahwa substansi jawaban yang mereka sampaikan identik dengan jawaban regu lawan yang disahkan oleh juri.
"Izin, tadi kami menjawabnya sama seperti regu B. Sama," ujar salah satu perwakilan Regu C dari SMAN 1 Pontianak.