PORTALBENGKULU.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) sedang menyiapkan penyesuaian signifikan dalam implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan. Perubahan strategi ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya yang sudah ada di lapangan.
Fokus utama BGN kini beralih dari ekspansi pembangunan infrastruktur dapur baru. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memaksimalkan potensi fasilitas pangan yang sudah tersedia di berbagai lokasi.
Wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi area prioritas dalam penataan ulang ini. BGN akan mengoptimalkan penggunaan kantin sekolah serta dapur umum yang telah beroperasi di daerah-daerah tersebut.
Hal ini dilakukan mengingat jumlah dapur MBG yang sudah terdaftar mencapai angka yang cukup besar saat ini. Tercatat, lebih dari 27.000 dapur MBG telah terdaftar dan berada dalam berbagai tahapan implementasi.
Sebelum membuka peluang pendaftaran dapur baru, BGN memutuskan untuk melakukan evaluasi dan penataan menyeluruh terhadap sistem yang sudah berjalan. Ini merupakan langkah konsolidasi sebelum ekspansi lebih lanjut.
"Jadi, sekarang ini kan banyak sekali yang mendaftar dan posisinya ada persiapan dan sebagainya. Saat ini sudah ada sekitar 27.000 lebih dapur yang sudah operasional. Kami akan beresin dulu ini," kata Nanik S. Deyang di Gedung BGN.
Kepala BGN menekankan bahwa penambahan infrastruktur dapur tidak akan dilakukan secara serampangan di semua wilayah. Penyesuaian jumlah dapur akan didasarkan pada analisis kebutuhan riil penerima manfaat di setiap kecamatan.
Jika kapasitas fasilitas pangan yang tersedia dalam satu wilayah sudah dianggap memadai untuk melayani seluruh penerima manfaat, maka BGN tidak akan memaksakan penambahan unit dapur baru. Ini menunjukkan pendekatan yang lebih terukur dan responsif terhadap kebutuhan lokal.
Dilansir dari Bloomberg Technoz, strategi baru ini diharapkan dapat menjamin kualitas layanan MBG dengan memanfaatkan aset yang sudah ada secara maksimal.