PORTALBENGKULU.ID - Stadion Sultan Agung, Bantul, bersiap menjadi saksi bisu pertarungan sengit antara PSIM Jogja melawan Madura United pada Minggu (17/5) mendatang. Laga pekan ke-33 Super League 2025/2026 ini diprediksi akan berlangsung panas meski kedua tim memiliki nasib yang berbeda di papan klasemen sementara.
Meskipun posisi Laskar Mataram sudah berada di zona aman dari ancaman degradasi, pelatih Jean-Paul van Gastel tidak ingin anak asuhnya bersantai begitu saja. Arsitek asal Belanda tersebut justru berkomitmen untuk menurunkan komposisi pemain terbaiknya demi mengamankan poin penuh di hadapan pendukung sendiri.
Di sisi lain, Madura United datang dengan beban berat karena saat ini mereka masih tertahan di peringkat ke-15 dengan koleksi 32 poin. Dilansir dari Detikcom, tim tamu hanya memiliki selisih tipis dari zona merah dan wajib meraih kemenangan jika ingin memastikan diri tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Pertempuran di Bantul ini ternyata juga menjadi tumpuan harapan bagi Persis Solo yang masih terjebak di zona degradasi dengan raihan 28 poin. Nasib tim asal Solo tersebut sangat bergantung pada kemampuan PSIM Jogja untuk menjegal langkah Madura United dalam menambah pundi-pundi poin mereka di akhir musim.
"Saya adalah tipe pelatih yang sangat percaya pada nilai konsistensi, sehingga saya tidak akan melakukan perombakan pemain secara besar-besaran hanya demi melakukan rotasi semata," ujar Jean-Paul van Gastel.
Van Gastel menegaskan bahwa setiap pertandingan adalah kesempatan untuk memburu hasil maksimal, tanpa peduli apakah posisi klub sudah aman atau belum. Baginya, menjaga standar permainan dan profesionalisme adalah kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap penggawa Laskar Mataram.
"Ambisi saya adalah memenangkan setiap pertandingan yang kami jalani, dan tugas utama saya sebagai pelatih adalah selalu menurunkan susunan tim terbaik yang saya miliki," kata Jean-Paul van Gastel.
Selain fokus pada hasil akhir, Van Gastel juga menaruh perhatian besar pada dinamika internal skuadnya, terutama bagi para pemain pelapis. Ia memberikan apresiasi tinggi terhadap profesionalisme para pemain cadangan yang terus bekerja keras meskipun jam terbang mereka sangat terbatas sepanjang musim ini.
"Saya memahami bahwa situasi ini terkadang terasa sulit bagi para pemain cadangan karena mereka sebenarnya telah bekerja dengan sangat keras," jelas Jean-Paul van Gastel.