PORTALBENGKULU.ID - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengawali tahun 2026 dengan performa keuangan yang positif melalui perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp14,68 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 3,83 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang mencapai Rp14,14 triliun.

Berdasarkan data yang dilansir dari Finansial, kenaikan laba ini ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga bersih yang tercatat mencapai Rp21,15 triliun. Selain itu, pendapatan dari sektor komisi dan administrasi juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 8,65 persen menjadi Rp5,06 triliun hingga Maret 2026.

Dalam menjalankan fungsi intermediasi, bank swasta terbesar di tanah air ini berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp994 triliun atau naik 5,6 persen secara tahunan. Sisi pendanaan juga menguat dengan kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 8,3 persen menjadi Rp1.292,4 triliun yang didominasi oleh dana murah (CASA) mencapai 85,2 persen.

"Kami melihat faktor musiman seperti perayaan Ramadan dan Idulfitri memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap performa penyaluran kredit perusahaan di awal tahun ini," kata Hendra Lembong.

"BCA tetap optimistis dapat mempertahankan kinerja yang solid meski berada di tengah dinamika kondisi global dengan cara mengembangkan lini bisnis secara hati-hati," tutur Hendra Lembong.

Terkait kualitas aset, manajemen BCA tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap proses penyaluran kredit untuk menjaga risiko tetap terkendali. Hal ini dibuktikan dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) yang terjaga di level 1,8 persen dengan rasio pencadangan yang kuat sebesar 174,6 persen.

"Realisasi pertumbuhan pada tiga bulan pertama tahun ini sudah berjalan sesuai dengan target yang kami tetapkan dalam Rencana Bisnis Bank," jelas Vera Eve Lim.

"Kami berharap kondisi ekonomi dan permintaan kredit terus membaik dalam sembilan bulan ke depan sehingga rencana kerja yang ada bisa terus dilanjutkan," ujar Vera Eve Lim.

"Pencapaian kinerja BCA yang masih tumbuh di tengah tantangan pasar saat ini merupakan sinyal positif yang menunjukkan resiliensi bank sesuai ekspektasi," kata Trioksa Siahaan.