PORTALBENGKULU.ID - Aksi kriminalitas yang meresahkan para pelaku usaha di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah, akhirnya mencapai titik akhir. Tim gabungan dari Resmob Kendal dan Reskrim Polsek Kaliwungu berhasil melumpuhkan dua pria yang selama ini menjadi momok bagi keamanan industri di wilayah tersebut.
Kedua tersangka, yang diidentifikasi dengan inisial S alias Borok dan R, tidak berkutik saat petugas menyergap mereka di sebuah rumah indekos di wilayah Kota Semarang. Penangkapan yang dilakukan pada Kamis (30/04/2026) dini hari tersebut merupakan hasil dari perburuan intensif pihak kepolisian.
Keberhasilan operasi ini dikonfirmasi langsung oleh pihak berwenang yang memimpin pengejaran terhadap para pelaku di tempat persembunyian mereka. Penangkapan ini sekaligus menjawab keresahan masyarakat terkait aksi pencurian dengan kekerasan yang melibatkan senjata api tiruan.
"Memang benar telah dilakukan penangkapan terhadap dua pelaku curat. Kedua pelaku ini diamankan di salah satu rumah kos di Kota Semarang," kata Kapolsek Kaliwungu, AKP Nindya Putra Wahyu Nugroho.
Langkah tegas kepolisian ini berawal dari laporan masyarakat yang mengeluhkan hilangnya gulungan kabel tembaga dalam jumlah besar di kawasan industri tersebut, sebagaimana dilansir dari Detikcom. Polisi kemudian melakukan pendalaman untuk memetakan pergerakan para tersangka.
"Dari laporan masyarakat tersebut, kami tindak lanjuti dengan upaya penyelidikan dan penangkapan," jelas Nindya.
Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku dikenal cukup nekat karena membekali diri dengan senjata airsoft gun. Senjata tersebut digunakan untuk mengintimidasi para petugas keamanan pabrik agar tidak melakukan perlawanan saat mereka menguras material berharga milik perusahaan.
"Kalau modusnya itu salah satu pelaku menakut-nakuti petugas keamanan atau penjaga pabriknya dengan airsoftgun tersebut. Lalu kedua pelaku mengambil gulungan kabel tembaga tersebut," ujarnya.
Proses pelacakan terhadap S dan R diakui petugas tidaklah mudah karena keduanya tergolong licin. Selama masa pelarian, mereka kerap berpindah-pindah tempat tinggal untuk memutus jejak dari kejaran tim buser yang membuntuti mereka.