PORTALBENGKULU.ID - Masyarakat Hindu di Bali memiliki metode khusus untuk menentukan kelayakan suatu aktivitas melalui sistem penanggalan tradisional. Perhitungan yang dikenal sebagai ala ayuning dewasa ini menjadi acuan penting dalam mengukur baik atau buruknya suatu hari sebelum memulai kegiatan sehari-hari maupun ritual adat.
Pada hari Jumat, 29 Mei 2026, kalender Bali menunjukkan adanya waktu-waktu pilihan yang sangat dianjurkan untuk melakukan aktivitas tertentu, khususnya yang berkaitan dengan sektor kelautan. Penentuan hari baik ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam merencanakan kegiatan mereka agar berjalan lancar dan produktif.
"Informasi penanggalan untuk menentukan hari baik pada akhir Mei ini dihimpun dari situs kalenderbali.org," dilansir dari Detikcom. Hal tersebut menjadi rujukan penting bagi umat Hindu dalam menyusun agenda harian mereka agar selaras dengan alam.
Bandung Diselimuti Udara Dingin 18 Derajat Celsius, Waspada Hujan Ringan Jelang Akhir Pekan Ini
Bagi para nelayan atau masyarakat yang sering beraktivitas di sektor perairan, hari ini memiliki indikator yang sangat baik yang disebut Kala Mina. Momen tersebut dinilai sebagai waktu paling ideal untuk memproduksi alat penangkap ikan serta senjata tajam seperti tombak.
Selain membuat peralatan, aktivitas menangkap ikan di laut atau wilayah perairan lainnya juga sangat disarankan pada hari ini. Mengikuti panduan penanggalan ini dipercaya dapat memberikan hasil tangkapan yang lebih optimal dan menjaga keselamatan selama melaut.
Di sisi lain, terdapat indikator Kala Beser yang menjadi penanda waktu yang tepat untuk melakukan penyadapan air suci atau tirta. Pada waktu yang sama, masyarakat juga didukung untuk melakukan pengasahan taji serta tombak guna keperluan upacara atau kegiatan adat lainnya.
Kendati demikian, Kala Beser juga membawa sejumlah pantangan yang sebaiknya dihindari demi menjaga keharmonisan hidup. Masyarakat sangat tidak dianjurkan untuk membangun bendungan atau empangan, serta dilarang keras membicarakan urusan yang bersifat rahasia pada hari tersebut.
Pantangan lain datang dari indikator Kala Sor yang membatasi segala jenis pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan tanah. Beberapa kegiatan produktif yang sebaiknya ditunda terlebih dahulu meliputi membajak sawah, melakukan cocok tanam, hingga menggali terowongan.
Terakhir, aspek asmara dan keluarga juga mendapatkan perhatian khusus melalui indikator Rangda Tiga pada penanggalan ini. Masyarakat Hindu di Bali diimbau untuk tidak menyelenggarakan upacara pernikahan atau pawiwahan karena hari ini dinilai kurang baik untuk memulai bahtera rumah tangga.