PORTALBENGKULU.ID - Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, kembali merasakan getaran tektonik yang cukup kuat pada Sabtu sore, 16 Mei 2026. Peristiwa alam ini memicu kewaspadaan warga di sekitar wilayah yang terdampak guncangan.
Berdasarkan data teknis yang dihimpun, guncangan tersebut tercatat memiliki kekuatan magnitudo 4,8. Gempa ini terjadi tepat pada pukul 16.34 Wita saat sebagian besar masyarakat tengah menjalankan aktivitas sore hari.
Informasi mengenai kejadian bencana alam di wilayah Sulawesi Tengah ini dilansir dari INFOTREN.ID. Laporan tersebut menyoroti intensitas getaran yang dirasakan cukup signifikan oleh penduduk setempat.
"Aktivitas sesar geologis di wilayah Sulawesi Tengah kembali menimbulkan getaran signifikan pada Sabtu sore," ujar pihak BMKG dalam keterangan resminya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) segera memberikan konfirmasi mengenai parameter fenomena alam yang baru saja terjadi. Langkah ini diambil guna memberikan informasi yang akurat dan mencegah kepanikan di masyarakat.
"Bencana alam ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi dangkal yang pusatnya berada di daratan wilayah tersebut," kata pihak BMKG menjelaskan karakteristik gempa.
Kedalaman pusat gempa yang berada di darat menjadikan getaran ini terasa sangat nyata di permukaan tanah. Fenomena ini merupakan dampak langsung dari pergerakan dinamis struktur geologi di kawasan Sulawesi Tengah.
Sesar Palukoro yang melintasi wilayah tersebut memang dikenal sebagai salah satu sesar paling aktif di Indonesia. Aktivitas terbarunya kali ini menjadi pengingat penting akan potensi kegempaan yang tinggi di daerah Sigi dan sekitarnya.
Hingga saat ini, proses monitoring terus dilakukan oleh instansi terkait untuk memantau kemungkinan adanya gempa susulan. Petugas di lapangan juga mulai melakukan pendataan terkait dampak fisik yang mungkin ditimbulkan.