PORTALBENGKULU.ID - Pesisir Pantai Monggalan yang terletak di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, kini tengah menghadapi ancaman lingkungan yang serius. Fenomena abrasi di kawasan tersebut dilaporkan semakin meluas akibat hantaman gelombang tinggi yang terus terjadi.

Berdasarkan data yang dihimpun, situasi darurat ini telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Gelombang tinggi yang konsisten terpantau mengikis daratan sejak tanggal 16 hingga 18 Mei 2026.

Dampak dari terjangan ombak besar ini langsung dirasakan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar area pesisir. Air laut dilaporkan mulai merendam sejumlah rumah warga yang posisinya masih berada sangat dekat dengan bibir pantai.

Tidak hanya merusak pemukiman, kekuatan abrasi ini juga merusak ekosistem hijau di sepanjang pantai. Beberapa pohon besar yang tumbuh di garis pantai dilaporkan tumbang akibat tidak kuat menahan terjangan air laut yang begitu kuat.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran mendalam mengenai keselamatan warga setempat serta keberlangsungan jangka panjang wilayah pesisir Kusamba. Kejadian bencana abrasi yang terus meluas di Klungkung ini dilansir dari INFOTREN.ID.

Secara geografis, wilayah pesisir selatan Bali memang kerap menghadapi tantangan hidrometeorologi yang dinamis pada bulan-bulan tertentu. Kerusakan vegetasi pantai seperti pohon tumbang mempercepat laju pengikisan daratan karena hilangnya penahan alami ombak.

Guna mengantisipasi dampak yang lebih buruk, warga yang terdampak langsung dilaporkan mulai melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Langkah mitigasi jangka panjang dari pihak terkait kini dinilai sangat mendesak untuk menahan laju abrasi yang kian mengkhawatirkan.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Infotren. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.