PORTALBENGKULU.ID - Kota Makassar kembali menghadapi tantangan cuaca ekstrem yang berdampak langsung pada kelancaran infrastruktur transportasi darat. Pada Senin (18/5/2026) siang, sejumlah titik krusial di jantung kota dilaporkan terendam banjir akibat curah hujan yang tidak kunjung reda.
Kawasan yang terdampak paling signifikan adalah Jalan AP Pettarani, salah satu urat nadi transportasi utama di Ibu Kota Sulawesi Selatan tersebut. Genangan air terpantau meluas hingga mencapai area sekitar kawasan Mapala, yang menyebabkan perlambatan arus kendaraan secara masif.
"Tinggi genangan air di lokasi tersebut telah mencapai setinggi betis orang dewasa dan secara langsung menghambat mobilitas warga yang melintas," dilansir dari INFOTREN.ID.
Kondisi ini merupakan akumulasi dari cuaca buruk yang melanda wilayah tersebut dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Hujan dengan intensitas sedang dilaporkan telah mengguyur wilayah Makassar secara konsisten sejak Minggu (17/5) malam.
Secara analitis, genangan di Jalan AP Pettarani mencerminkan beban drainase perkotaan yang cukup berat saat menghadapi curah hujan berkelanjutan. Sebagai jalur protokol, gangguan di titik ini memicu efek domino pada kemacetan di ruas-ruas jalan pendukung lainnya.
Para pengendara, terutama kendaraan roda dua, terlihat harus ekstra waspada saat melintasi area yang terdampak banjir tersebut. Beberapa kendaraan bahkan terpaksa memperlambat laju mereka demi menghindari risiko mesin mati akibat terendam air.
Situasi di lapangan menunjukkan bahwa sistem transportasi kota sangat rentan terhadap perubahan cuaca yang fluktuatif. Keberadaan genangan di jalan utama tidak hanya menghambat waktu tempuh, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna jalan.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian masih terpantau tersendat dengan antrean kendaraan yang cukup panjang. Masyarakat diimbau untuk mencari rute alternatif guna menghindari titik kemacetan di kawasan AP Pettarani dan sekitarnya.
Pihak terkait diharapkan dapat segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di sepanjang jalur utama kota. Penanganan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan untuk memulihkan fungsi jalan serta menjamin keselamatan warga Makassar.