PORTALBENGKULU.ID - Pasar logam mulia domestik mengalami koreksi serentak pada perdagangan Sabtu, 23 Mei 2026. Penurunan harga ini terjadi secara merata pada berbagai produk emas batangan, mulai dari Antam, Galeri 24, hingga UBS.
Berdasarkan pergerakan terbaru, nilai emas batangan Antam bersertifikat di Logam Mulia mencatatkan penurunan sebesar Rp 15.000 per gram. Penurunan ini membuat harga emas Antam kini berada di level Rp 2.773.000 per gram dari posisi sebelumnya sebesar Rp 2.788.000, sebagaimana dilansir dari Money.
Koreksi ini juga berdampak langsung pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam di pasar domestik. Nilai buyback mengalami pelemahan sebesar Rp 15.000 per gram, sehingga kini menetap di angka Rp 2.577.000 per gram.
Tren penurunan serupa turut merambah ke perdagangan emas di Pegadaian untuk cetakan Galeri 24. Produk emas tersebut mengalami koreksi sebesar Rp 12.000 per gram dan kini ditawarkan dengan harga Rp 2.767.000 per gram.
Sementara itu, emas Antam yang didistribusikan melalui jaringan Pegadaian juga terkoreksi sebesar Rp 15.000 per gram. Harga komoditas ini bergeser dari angka sebelumnya Rp 2.886.000 menjadi Rp 2.871.000 per gram.
Produk emas dari vendor UBS di Pegadaian tidak luput dari tren pelemahan setelah mengalami penyusutan sebesar Rp 11.000 per gram. Saat ini, emas cetakan UBS diperdagangkan pada level Rp 2.815.000 per gram.
Secara global, pelemahan nilai investasi aman atau safe haven ini berjalan selaras dengan dinamika pasar emas internasional. Di pasar global, harga emas dunia sedang mengarah pada tren penurunan mingguan untuk kedua kalinya secara berturut-turut.
Tekanan terhadap sektor logam mulia semakin diperkuat oleh lonjakan harga minyak mentah dunia yang mendekati level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran inflasi baru yang mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga di Amerika Serikat.
Akibat proyeksi pengetatan moneter tersebut, emas dunia dilaporkan bergerak melemah menuju level 4.500 dollar AS per ons pada penutupan pekan ini. Para pelaku pasar saat ini memperkirakan adanya peluang sebesar 55 persen bagi Bank Sentral AS untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober 2026.