PORTALBENGKULU.ID - Hujan deras yang disertai angin kencang sering kali memicu bahaya pohon tumbang di jalan raya yang mengancam keselamatan para pengguna jalan. Musibah mematikan baru-baru ini menimpa sepasang kekasih di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, yang tewas seketika akibat tertimpa pohon saat berboncengan sepeda motor.
Peristiwa tragis ini menimpa Mikaila Rombot (17) dan Gilbert Maramis (17) di Jalan Ratatotok-Basaan, dekat area Pelabuhan Buhungon, Kecamatan Ratatotok, pada Kamis (28/5/2026) sekitar pukul 14.30 Wita. Kejadian memilukan tersebut berlangsung saat wilayah setempat tengah diguyur hujan dengan intensitas yang sangat deras, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Pihak kepolisian segera turun tangan untuk mengamankan lokasi kejadian serta membantu proses evakuasi korban. "Kedua korban meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor," ujar Ipda Tengku Said Hafiz.
Kejadian bermula ketika Gilbert berinisiatif mengantarkan Mikaila pulang menggunakan sepeda motor trail setelah berkunjung ke rumah ibunya. Nahas, saat melintas di dekat Pelabuhan Buhungon, sebuah pohon besar di tepi jalan mendadak roboh dan langsung menimpa kendaraan yang mereka tumpangi.
Cuaca buruk di kawasan tersebut diduga kuat menjadi penyebab utama rapuhnya kekuatan akar pohon di tepi jalan hingga akhirnya roboh. "Saat perjalanan dari Ratatotok menuju Basaan, tepat di dekat Pelabuhan Buhungon, pohon tiba-tiba tumbang dan menimpa motor yang dikendarai kedua korban," kata Ipda Tengku Said Hafiz.
Peristiwa memilukan ini disaksikan langsung oleh ayah Mikaila yang saat itu berkendara tepat di belakang motor kedua korban dengan menggunakan kendaraan lain. Kedua remaja tersebut dilaporkan langsung meninggal dunia di lokasi kejadian akibat mengalami cedera yang sangat berat pada bagian kepala.
Ayah korban yang berada di lokasi tidak sempat menyelamatkan putrinya beserta sang kekasih karena kejadian tersebut berlangsung begitu cepat. "Saat diperiksa Mikaila dan Gilbert sudah dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian," ucap Ipda Tengku Said Hafiz.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian segera mengevakuasi jasad kedua korban menggunakan mobil pikap menuju Rumah Sakit Ratatotok-Buyat. Pihak medis di rumah sakit kemudian mengonfirmasi bahwa cedera fatal di bagian kepala menjadi penyebab utama kematian kedua remaja tersebut.
Tim medis sempat berupaya melakukan pemeriksaan darurat sebelum akhirnya menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk disemayamkan. "Korban dinyatakan meninggal dunia dengan luka parah di kepala, mata dan mulut," pungkas Ipda Tengku Said Hafiz.