PORTALBENGKULU.ID - Insiden hilangnya nelayan di perairan Nusa Tenggara Barat kembali menyoroti risiko keselamatan melaut di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Setelah melalui operasi pencarian intensif selama tiga hari, seorang nelayan asal Lombok Timur akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Jasad korban ditemukan mengapung di kawasan perairan Teluk Awang, Desa Batu Nampar Selatan, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, pada Kamis (28/5/2026) pagi sekitar pukul 08.00 Wita. Penemuan ini mengakhiri upaya pencarian yang melibatkan tim penyelamat gabungan dan warga setempat, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Jenazah korban berhasil ditemukan oleh warga bersama Tim SAR di area dekat keramba miliknya sendiri, setelah dilakukan pencarian selama tiga hari berturut-turut," ujar Rusmaladi.

Korban diketahui bernama Darmawan (46), seorang nelayan setempat yang dilaporkan hilang misterius sejak awal pekan. Pihak keluarga yang tiba di lokasi penemuan segera mengonfirmasi identitas korban berdasarkan ciri-ciri fisik luar yang sangat mereka kenali.

Setelah proses identifikasi awal selesai dilakukan di lokasi penemuan, tim gabungan langsung mengevakuasi jasad korban menuju daratan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

"Jasad korban saat ini sudah berhasil dievakuasi ke rumah duka guna menjalani proses penanganan lanjutan oleh pihak keluarga," kata Rusmaladi.

Pihak keluarga menyatakan telah menerima peristiwa tragis ini dengan ikhlas sebagai sebuah musibah murni dan berencana mempercepat proses pemakaman.

"Pihak keluarga telah menerima kematian almarhum dengan ikhlas yang dituangkan dalam surat pernyataan, dan proses pemakaman akan segera dilangsungkan," tutur Rusmaladi.

Berdasarkan kronologi kejadian, Darmawan dilaporkan hilang secara misterius saat melaut sejak hari Senin. Kerentanan cuaca ekstrem di perairan selatan Lombok diduga kuat menjadi pemicu utama korban terhempas dari perahunya.